Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 18 September 2026
Pencarian Nelayan Hilang di Karangasem Dihentikan Hari ke-7
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Upaya pencarian nelayan asal Banjar Dinas Gili Selang, Desa Seraya Timur, Karangasem, I Made Sukra (50), yang hilang saat melaut sejak Jumat (15/8/2025) belum membuahkan hasil hingga memasuki hari ke-7.
Tim SAR Gabungan telah melakukan berbagai langkah, mulai dari penyisiran hingga perairan Padangbai, serta menerbangkan drone thermal pendeteksi panas tubuh. Namun, hingga kini tanda-tanda keberadaan korban masih nihil.
Koordinator Pos SAR Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Wiadnyana, menyampaikan bahwa sesuai prosedur, pencarian akan ditutup pada hari ke-7.
"Saat ini tim masih melaksanakan pencarian, ya belum ada tanda-tanda ditemukan, jika sampai sore hari masih nihil, proses pencarian akan dihentikan sesuai dengan SOP," ujarnya, Kamis (21/8/2025).
Selama pencarian, tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polair, Bakamla, Balawista, serta nelayan setempat telah berusaha semaksimal mungkin. Meski demikian, sejumlah kendala seperti angin kencang dan ombak tinggi di sekitar perairan Gili Selang menjadi tantangan dalam operasi.
Sebelumnya, warga sempat dihebohkan dengan penemuan sebuah jukung tanpa awak di perairan Gili Selang, Desa Seraya Timur, pada Jumat pagi (15/8/2025). Perahu tersebut diketahui milik I Made Sukra yang berangkat melaut sendirian sejak subuh dari sekitar Pantai Batu Menak.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5560 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3486 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2343 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan