Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Mahasiswa Undiksha Bantu Pulihkan Trauma Anak Panti Asuhan dengan Konseling Prajuna
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Indonesia kerap menghadapi bencana yang disebabkan faktor alam maupun manusia, seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga kebakaran. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya merusak fisik, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan psikologis, terutama bagi anak-anak.
Isu ini pula yang mendorong lima mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menggagas program konseling inovatif berbasis filosofi percakapan Krishna dan Arjuna dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM).
Kegiatan dilaksanakan di Panti Asuhan Wisma Anak Harapan, Dalung, Kabupaten Badung, yang terdampak kebakaran pada 3 Agustus 2024. Peristiwa itu menghancurkan fasilitas penting panti, mulai dari aula, kantor, dapur, hingga 11 kamar anak-anak. Sebanyak 55 anak kini tinggal sementara di rumah ketua panti asuhan dalam kondisi serba terbatas.
Tim PKM-PM yang terdiri dari Ni Putu Raina Cantika Dewi (ketua tim), Ni Putu Raini Dewi Lestari, Ni Putu Diah Agustina Putri, I Gede Dharma Surya Arta, dan Kadek Ayu Rani Fibriyana, dengan dosen pendamping Anak Agung Ayu Dewi Sutyaningsih, M.Pd., merancang program Pelatihan Prajuna (Percakapan Krishna dan Arjuna).

Program ini mengacu pada nilai-nilai luhur seperti ketenangan batin, keberanian, pengendalian diri, serta kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak membangun ketahanan mental menghadapi krisis hidup dan trauma masa lalu.
Rangkaian kegiatan berlangsung sepanjang Agustus 2025, mencakup tiga tahap:
Prajuna 1: pengenalan kisah Krishna dan Arjuna melalui video edukatif Mahabharata,
Prajuna 2: konseling kelompok dengan eksplorasi emosi, diskusi solusi, serta latihan pengambilan keputusan,
Prajuna 3: refleksi emosional dengan simulasi diorama bencana, latihan pernapasan, dan yoga.
Salah satu elemen menarik adalah pembuatan diorama bencana. Anak-anak diajak membuat karya visual tentang pengalaman mereka, lalu berbagi cerita dan perasaan di balik karya tersebut. Proses ini menjadi bentuk terapi kreatif yang mendalam.
Selain itu, kegiatan juga melibatkan pemutaran video percakapan Krishna dan Arjuna, pembacaan pesan moral, hingga penulisan refleksi diri. Semua berlangsung dalam suasana hangat, inklusif, dan penuh empati, sehingga anak-anak merasa didengarkan tanpa dihakimi.
Pengurus panti, Fitri Suary, mengapresiasi kegiatan ini. Ia menyebut metode konseling berbasis Krishna dan Arjuna mampu membangun kepercayaan diri serta kepekaan sosial anak-anak.
Ketua tim, Ni Putu Raina Cantika Dewi, menegaskan bahwa program ini adalah bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab persoalan sosial dengan pendekatan lintas disiplin.
“Nilai-nilai luhur dalam percakapan Krishna dan Arjuna tidak hanya menjadi narasi spiritual, tetapi juga bisa ditanamkan sebagai prinsip kehidupan yang membentuk generasi muda tangguh secara mental dan emosional,” ujarnya.
Program ini menjadi contoh bahwa PKM-PM bukan sekadar pengabdian, melainkan ruang inovatif mahasiswa untuk menciptakan solusi berkelanjutan. Dengan pendekatan manusiawi dan filosofis, pemulihan trauma anak-anak panti bukan lagi hal mustahil, melainkan proses penyembuhan bersama.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1002 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 807 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 623 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 582 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik