Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Kapal Layar Turmalin Kandas Dihantam Ombak Besar di Pantai Amed
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sebuah kapal layar bernama Turmalin kandas di Pantai Amed, Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Karangasem, pada Senin (1/9/2025) malam.
Peristiwa ini diduga terjadi setelah tali jangkar kapal putus, sehingga kapal tak mampu melawan derasnya ombak besar di pesisir pantai Amed.
Kapolsek Abang, AKP I Komang Gede Susiawan, menjelaskan kapal yang dinakhodai Timothy Robert (62), warga negara Inggris, membawa delapan orang anak buah kapal (ABK).
Saat melintas di perairan Amed, cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi dan angin kencang memaksa nakhoda untuk lego jangkar.
“Dalam hitungan detik, tali jangkar putus. Kapal langsung terhempas ombak besar dan akhirnya kandas di tepi pantai,” kata Susiawan, Selasa (2/9/2025).
Beruntung seluruh ABK berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka. Kapal layar tersebut juga tidak mengalami kerusakan serius, hanya saja masih belum dapat melanjutkan pelayaran karena posisinya terjebak di pesisir pantai.
Rencananya, kapal itu akan berlayar dari Benoa menuju Nusa Lembongan. Namun faktor cuaca ekstrem membuatnya terbawa arus hingga perairan Amed.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2013 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun