Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Kopi Robusta Lemukih Dibidik Raih Sertifikat Indikasi Geografis
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kopi Robusta Lemukih semakin dekat untuk naik kelas menjadi produk unggulan Buleleng dengan pengakuan resmi berupa sertifikat Indikasi Geografis (IG).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng bersama tim peneliti dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dan sejumlah perguruan tinggi di Buleleng saat ini tengah mengawal proses pendaftaran. Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, menegaskan dukungan penuh Pemkab terhadap langkah ini.
“Ini merupakan cita-cita lama saya. Saya ingin kopi Buleleng, khususnya Kopi Robusta Lemukih, memiliki nilai lebih dan pengakuan resmi melalui sertifikat IG. Dengan begitu, produk kopi kita terlindungi secara hukum sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi petani,” ungkap Bupati Sutjidra saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan Pengajuan HKI Berbasis IG di Kantor Bupati Buleleng, Kamis (4/9).
Menurutnya, sertifikat IG akan memperkuat daya saing Kopi Lemukih di pasar nasional maupun internasional. Pemerintah daerah siap memfasilitasi seluruh tahapan, mulai dari hulu hingga hilir, termasuk perbaikan kualitas budidaya, pengolahan pascapanen, hingga pengemasan.
Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan strategi penguatan branding daerah berbasis kekayaan intelektual. Setelah Garam Tradisional Tejakula meraih sertifikat IG, kini Kopi Robusta Lemukih menjadi prioritas berikutnya.
“Dokumen deskripsi IG sudah rampung, dilengkapi dengan profil produk serta jejak sejarahnya. Masyarakat Desa Lemukih juga terlibat aktif dalam pengembangan identitas kopi ini. Tinggal menunggu klarifikasi dan verifikasi lapangan dari tim peneliti Kementerian Hukum dan HAM sebelum diajukan secara resmi,” jelasnya.
Selain Kopi Lemukih, Pemkab Buleleng juga tengah menyiapkan pengajuan IG untuk potensi unggulan lain seperti Gula Pedawa, durian Bestala, dan batu akik Pulaki.
Ketua Tim Peneliti UNS, Abdul Kadir Jaelani, memastikan proses sertifikasi Kopi Robusta Lemukih akan rampung dalam waktu dekat.
"Desember ini paling lambat sertifikatnya akan keluar. Kami harap para petani kopi di Lemukih menjaga kualitas produknya sebelum nantinya di branding," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2444 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1936 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun