Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bali Menuju Pertanian Organik, Unud Tawarkan Solusi SaBiCaITaLa

Sabtu, 18 Oktober 2025, 23:11 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Bali Menuju Pertanian Organik, Unud Tawarkan Solusi SaBiCaITaLa.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Di tengah gempuran pertanian modern berbasis kimia, Bali kini menapaki babak baru menuju sistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan. 

Tantangan besar seperti tingginya penggunaan pupuk dan pestisida kimia, rendahnya kesadaran petani, serta akses pasar organik yang masih terbatas, menjadi perhatian serius kalangan akademisi.

Ketua Pusat Unggulan Penelitian Pertanian Organik dan Manajemen Sumber Daya Lahan Universitas Udayana yang juga Dosen Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. Ni Luh Kartini, M.S., mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya menjawab tantangan tersebut melalui riset dan inovasi nyata di lapangan.

Melalui pendekatan sistem pertanian terpadu SaBiCaITaLa, singkatan dari Sapi, Biogas, Cacing Tanah, Ikan, Tanaman Organik, Lebah, dan Agrowisata, pusat riset ini menghadirkan konsep revolusioner yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem pertanian Bali.

“Inovasi ini mengintegrasikan seluruh potensi sumber daya alam di lahan pertanian agar saling mendukung, menghasilkan produk yang sehat, serta memberi nilai ekonomi tambahan bagi petani,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/10/2025) di Badung.

Tak hanya itu, pusat riset juga mengembangkan pupuk organik cair, pestisida nabati ramah lingkungan, dan pupuk kascing yang terbukti efektif menjaga kesuburan tanah sekaligus mengendalikan hama tanpa merusak lingkungan.

Hasil riset ini telah diterapkan langsung melalui pelatihan petani, demonstrasi plot pertanian organik, serta kolaborasi dengan PT Bali Organic International, Kinar Foundation, dan Bali Organic Association.

Dukungan pemerintah juga menjadi faktor penting. Melalui Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2019 tentang Pertanian Organik, serta adanya fasilitas pembiayaan dan promosi produk organik, Bali kian mantap menuju ekosistem pertanian berkelanjutan yang mampu bersaing di pasar lokal maupun internasional.

“Pertanian organik bukan sekadar tren, tapi masa depan Bali yang sehat, mandiri, dan lestari,” tegas Kartini.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami