Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bali Menuju Pertanian Organik, Unud Tawarkan Solusi SaBiCaITaLa
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Di tengah gempuran pertanian modern berbasis kimia, Bali kini menapaki babak baru menuju sistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Tantangan besar seperti tingginya penggunaan pupuk dan pestisida kimia, rendahnya kesadaran petani, serta akses pasar organik yang masih terbatas, menjadi perhatian serius kalangan akademisi.
Ketua Pusat Unggulan Penelitian Pertanian Organik dan Manajemen Sumber Daya Lahan Universitas Udayana yang juga Dosen Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. Ni Luh Kartini, M.S., mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya menjawab tantangan tersebut melalui riset dan inovasi nyata di lapangan.
Melalui pendekatan sistem pertanian terpadu SaBiCaITaLa, singkatan dari Sapi, Biogas, Cacing Tanah, Ikan, Tanaman Organik, Lebah, dan Agrowisata, pusat riset ini menghadirkan konsep revolusioner yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem pertanian Bali.
“Inovasi ini mengintegrasikan seluruh potensi sumber daya alam di lahan pertanian agar saling mendukung, menghasilkan produk yang sehat, serta memberi nilai ekonomi tambahan bagi petani,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/10/2025) di Badung.
Tak hanya itu, pusat riset juga mengembangkan pupuk organik cair, pestisida nabati ramah lingkungan, dan pupuk kascing yang terbukti efektif menjaga kesuburan tanah sekaligus mengendalikan hama tanpa merusak lingkungan.
Hasil riset ini telah diterapkan langsung melalui pelatihan petani, demonstrasi plot pertanian organik, serta kolaborasi dengan PT Bali Organic International, Kinar Foundation, dan Bali Organic Association.
Dukungan pemerintah juga menjadi faktor penting. Melalui Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2019 tentang Pertanian Organik, serta adanya fasilitas pembiayaan dan promosi produk organik, Bali kian mantap menuju ekosistem pertanian berkelanjutan yang mampu bersaing di pasar lokal maupun internasional.
“Pertanian organik bukan sekadar tren, tapi masa depan Bali yang sehat, mandiri, dan lestari,” tegas Kartini.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5908 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan