Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Bali Menuju Pertanian Organik, Unud Tawarkan Solusi SaBiCaITaLa
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Di tengah gempuran pertanian modern berbasis kimia, Bali kini menapaki babak baru menuju sistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Tantangan besar seperti tingginya penggunaan pupuk dan pestisida kimia, rendahnya kesadaran petani, serta akses pasar organik yang masih terbatas, menjadi perhatian serius kalangan akademisi.
Ketua Pusat Unggulan Penelitian Pertanian Organik dan Manajemen Sumber Daya Lahan Universitas Udayana yang juga Dosen Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. Ni Luh Kartini, M.S., mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya menjawab tantangan tersebut melalui riset dan inovasi nyata di lapangan.
Melalui pendekatan sistem pertanian terpadu SaBiCaITaLa, singkatan dari Sapi, Biogas, Cacing Tanah, Ikan, Tanaman Organik, Lebah, dan Agrowisata, pusat riset ini menghadirkan konsep revolusioner yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem pertanian Bali.
“Inovasi ini mengintegrasikan seluruh potensi sumber daya alam di lahan pertanian agar saling mendukung, menghasilkan produk yang sehat, serta memberi nilai ekonomi tambahan bagi petani,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/10/2025) di Badung.
Tak hanya itu, pusat riset juga mengembangkan pupuk organik cair, pestisida nabati ramah lingkungan, dan pupuk kascing yang terbukti efektif menjaga kesuburan tanah sekaligus mengendalikan hama tanpa merusak lingkungan.
Hasil riset ini telah diterapkan langsung melalui pelatihan petani, demonstrasi plot pertanian organik, serta kolaborasi dengan PT Bali Organic International, Kinar Foundation, dan Bali Organic Association.
Dukungan pemerintah juga menjadi faktor penting. Melalui Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2019 tentang Pertanian Organik, serta adanya fasilitas pembiayaan dan promosi produk organik, Bali kian mantap menuju ekosistem pertanian berkelanjutan yang mampu bersaing di pasar lokal maupun internasional.
“Pertanian organik bukan sekadar tren, tapi masa depan Bali yang sehat, mandiri, dan lestari,” tegas Kartini.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan