Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Misteri Kematian Mahasiswa Unud Belum Terungkap, Polisi Terkendala Akses HP Korban
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kematian Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana (Unud), hingga kini masih belum menemukan titik terang.
Padahal Polisi telah melakukan penyelidikan ke lokasi kejadian, namun tidak menemukan bukti yang mengarah pada perbuatan orang lain. Dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya dengan cara terjun dari lantai empat kampus Universitas Udayana (Unud), Jalan PB Sudirman, Denpasar.
Kasus ini sudah ditangani aparat kepolisian Polsek Denpasar Barat. Polisi telah melakukan penyelidikan sejak awal dengan mencari bukti-bukti pendukung penyebab kematian korban. Selain itu, Polisi juga telah menggali keterangan sejumlah saksi, mulai dari dosen, teman seangkatan, teman kelas, sahabat, hingga orang tua korban sendiri.
Namun hingga Senin, 20 Oktober 2025, Polisi belum juga berhasil mengungkap motif yang sebenarnya. Bahkan, tidak ada saksi yang melihat korban jatuh dari lantai empat kampus tersebut. Terungkap, kamera CCTV yang mengarah ke tempat korban jatuh di lantai empat rusak sejak 2023.
Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Trisnadewi W dalam keterangan persnya mengatakan, korban dipastikan jatuh dari lantai empat. Korban datang ke kampus seorang diri. Hal itu sesuai dengan rekaman kamera CCTV di lobi kampus.
Berdasarkan rekaman kamera CCTV lainnya, korban sempat naik ke lantai empat melalui lift. Kemudian keluar dari lift setelah sampai ke lantai empat. Di sana, ada tiga orang saksi. Korban keluar dari lift, dan berjalan menuju ke tempatnya jatuh.
Kata Kompol Laksmi, para saksi tidak menghiraukan korban karena tak saling kenal. Para saksi hanya sesaat melihat korban menuju ke teras, lalu melepas tas dan duduk di sana. Beberapa saat kemudian korban buka sepatu.
"Sekitar 10 sampai 15 menit kemudian korban sudah tak terlihat, sementara tas dan sepatunya ada di sana," bebernya.
Terkait adanya dugaan perundungan hingga korban nekat bunuh diri, Kompol Laksmi menjelaskan masih diselidiki.
Menurut Kompol Laksmi, pihaknya telah memeriksa dosen, teman seangkatan, teman satu kelas, dan sahabat korban. Mereka menyatakan tidak mengetahui adanya perundungan terhadap korban.
Hanya saja, ada kesulitan yang dialami Polisi dari penyelidikan tersebut. Di mana, orang tua korban tidak mengizinkan siapapun termasuk Polisi untuk membuka HP anaknya (korban).
Padahal, melalui HP tersebut sejatinya bisa menemukan petunjuk bila terjadi perundungan melalui media sosial.
"Pihak keluarga korban sudah menerima kejadian tersebut sebagai suatu musibah dan tidak mau memperpanjang permasalahan ini ke jalur hukum. Sehingga akses untuk mendapatkan informasi melalui HP korban tak bisa kami dapatkan," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5850 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4603 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2569 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2212 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2197 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan