Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Tiga Warga Australia Didakwa Hukuman Mati atas Kasus Penembakan di Vila Munggu
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kasus penembakan yang melibatkan tiga warga negara Australia di sebuah vila kawasan Munggu, Kabupaten Badung disidangkan di Pengadilan Negeri Denpasar pada Kamis (30/10). Sidang digelar secara bergantian untuk ketiga terdakwa.
Peristiwa berdarah itu menewaskan Zivan Radmanovic dan menyebabkan Sanar Ghanim mengalami luka-luka. Keduanya juga merupakan warga negara Australia. Penembakan terjadi di Villa Casa Santisya 1, Jalan Pantai Munggu Seseh, Gang Maja, Banjar Sedahan, Mengwi, Badung.
Tiga terdakwa yang disidangkan dalam berkas terpisah yakni Darcy Francesco Jenson selaku otak penembakan, serta Mevlut Coskun dan Paea-i-middlemore Tupou. Ketiganya didakwa dengan tindak pidana pembunuhan berencana.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) IGN Wirayoga dalam dakwaannya menyebut, aksi kejahatan tersebut telah direncanakan sejak 9 Juni 2025 oleh terdakwa Darcy. Ia menjemput dua rekannya, Mevlut dan Paea, di Surabaya, sebelum mereka bertolak ke Bali pada 10 Juni 2025.
Pada 14 Juni 2025 dini hari, sekitar pukul 00.15 WITA, kedua pelaku tiba di lokasi kejadian. "Bahwa terdakwa Mevlut menembak beberapa kali terhadap Korban Sanar Ghanim sedangkan terdakwa Paea menembak beberapa kali terhadap korban Zivan," ungkap jaksa.
Aksi dimulai setelah Paea menjebol pintu gerbang vila menggunakan palu yang telah dipersiapkan oleh Darcy. Mereka kemudian melepaskan tembakan menggunakan senjata api kaliber 9 mm ke arah kamar para korban.
Meski perencanaan dan eksekusi terungkap jelas dalam dakwaan, motif penembakan belum disebutkan oleh jaksa.
Atas perbuatannya, Darcy Francesco Jenson dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana juncto Pasal 56 Ayat (1) KUHP serta UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api ilegal, dengan ancaman hukuman mati.
Sedangkan dua pelaku lainnya, Mevlut Coskun dan Paea-i-middlemore Tupou, juga dijerat pasal serupa dengan ancaman hukuman mati.
Kasus ini menyita perhatian publik Bali dan menjadi salah satu sidang kriminal paling menonjol yang melibatkan warga asing sepanjang 2025.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1981 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1837 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1744 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1531 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun