Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Tiga Warga Australia Didakwa Hukuman Mati atas Kasus Penembakan di Vila Munggu
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kasus penembakan yang melibatkan tiga warga negara Australia di sebuah vila kawasan Munggu, Kabupaten Badung disidangkan di Pengadilan Negeri Denpasar pada Kamis (30/10). Sidang digelar secara bergantian untuk ketiga terdakwa.
Peristiwa berdarah itu menewaskan Zivan Radmanovic dan menyebabkan Sanar Ghanim mengalami luka-luka. Keduanya juga merupakan warga negara Australia. Penembakan terjadi di Villa Casa Santisya 1, Jalan Pantai Munggu Seseh, Gang Maja, Banjar Sedahan, Mengwi, Badung.
Tiga terdakwa yang disidangkan dalam berkas terpisah yakni Darcy Francesco Jenson selaku otak penembakan, serta Mevlut Coskun dan Paea-i-middlemore Tupou. Ketiganya didakwa dengan tindak pidana pembunuhan berencana.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) IGN Wirayoga dalam dakwaannya menyebut, aksi kejahatan tersebut telah direncanakan sejak 9 Juni 2025 oleh terdakwa Darcy. Ia menjemput dua rekannya, Mevlut dan Paea, di Surabaya, sebelum mereka bertolak ke Bali pada 10 Juni 2025.
Pada 14 Juni 2025 dini hari, sekitar pukul 00.15 WITA, kedua pelaku tiba di lokasi kejadian. "Bahwa terdakwa Mevlut menembak beberapa kali terhadap Korban Sanar Ghanim sedangkan terdakwa Paea menembak beberapa kali terhadap korban Zivan," ungkap jaksa.
Aksi dimulai setelah Paea menjebol pintu gerbang vila menggunakan palu yang telah dipersiapkan oleh Darcy. Mereka kemudian melepaskan tembakan menggunakan senjata api kaliber 9 mm ke arah kamar para korban.
Meski perencanaan dan eksekusi terungkap jelas dalam dakwaan, motif penembakan belum disebutkan oleh jaksa.
Atas perbuatannya, Darcy Francesco Jenson dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana juncto Pasal 56 Ayat (1) KUHP serta UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api ilegal, dengan ancaman hukuman mati.
Sedangkan dua pelaku lainnya, Mevlut Coskun dan Paea-i-middlemore Tupou, juga dijerat pasal serupa dengan ancaman hukuman mati.
Kasus ini menyita perhatian publik Bali dan menjadi salah satu sidang kriminal paling menonjol yang melibatkan warga asing sepanjang 2025.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5835 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2564 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2208 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2192 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan