Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Tandon Ganda Buatan Siswa Penebel, Inovasi Sederhana Penyokong Krisis Air Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Di tengah ancaman krisis air yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Bali, secercah harapan justru datang dari sebuah sekolah di Kabupaten Tabanan.
Bukan dari laboratorium canggih, melainkan dari halaman SMA Negeri 1 Penebel, tempat para siswa belajar mencintai bumi dengan cara paling sederhana: menjaga air.
Para siswa menamai karya mereka “tandon ganda”, sebuah sistem penampungan air hujan yang sekaligus mampu mendaur ulang air bekas cuci tangan untuk digunakan kembali menyiram kebun dan tanaman sekolah.
Putu Krisna Jaya Mahendra, siswa kelas XII yang terlibat dalam pengembangan inovasi ini, menjelaskan bahwa air disaring menggunakan lapisan arang, pasir, dan kerikil. Sistem ini tidak membutuhkan listrik dan tidak memerlukan biaya besar, namun menghasilkan manfaat nyata.
Ia berharap alat tersebut bisa diterapkan di rumah warga maupun sekolah lain di Bali.
Guru pendamping, I Putu Adi Adnyana Negara, menegaskan bahwa proyek ini dirancang agar siswa memahami bahwa air adalah sumber kehidupan yang harus dikelola secara bijak.
Dua menara air di sekolah itu kini menjadi simbol perubahan—tetes hujan yang jatuh menjadi pelajaran penting tentang masa depan.
Sementara itu, perwakilan IDEP Foundation, Niko, menyampaikan bahwa inovasi ini lahir dari Program Tirtanovasi, kolaborasi IDEP Selaras Alam dan Bali Water Protection (BWP). Program tersebut menantang siswa menciptakan inovasi konservasi air berbasis lokal.
"Melalui lomba dan pendampingan pada 2024, para siswa diajak menciptakan inovasi konservasi air berbasis lokal. Setahun berselang, hasilnya bukan sekadar teori di atas kertas, melainkan sistem nyata yang kini menghidupi taman, kebun, dan ruang belajar mereka sendiri," ujarnya di Desa Penebel, Kamis (30/10/2025).
Dari tujuh sekolah yang berpartisipasi, tiga di antaranya dinilai paling inovatif, termasuk tandon ganda milik SMA Negeri 1 Penebel.
“Mereka berhasil merancang sistem yang bukan hanya hemat air, tapi juga memperkuat kesadaran lingkungan dan gotong royong warga sekitar,” tambahnya.
Dari Penebel, Bali, anak-anak ini membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil—dari setetes air, dan dari hati yang peduli pada masa depan bumi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3312 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan