Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Lirik Lagu 'Bandang' Dialog Dini Hari yang Terinspirasi Banjir Bali

Minggu, 9 November 2025, 14:09 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Dialog Dini Hari/Lirik Lagu 'Bandang' Dialog Dini Hari yang Terinspirasi Banjir Bali.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Band folk asal Bali, Dialog Dini Hari, kembali menghadirkan karya yang penuh pesan melalui single terbaru mereka berjudul “Bandang”. 

Lagu ini terinspirasi dari peristiwa banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Bali pada 10 September 2025, dengan Kota Denpasar menjadi daerah yang terdampak paling parah.

Dalam unggahan di akun Instagram resmi mereka, Dialog Dini Hari menyampaikan bahwa lagu ini bukan sekadar dokumentasi bencana, tetapi refleksi pedih tentang keadaan kota yang “menenggelamkan dirinya sendiri”.

"Bandang, single terbaru kami sudah rilis sejak beberapa hari lalu. Lagu ini menjadi catatan kecil dari kota yang menenggelamkan dirinya sendiri," ungkap mereka.

Melalui lirik dan narasi yang puitis, grup musik folk/blues yang dikenal dengan kritik sosialnya itu menegaskan bahwa bencana bukan semata akibat hujan, melainkan akibat pembangunan yang abai pada lingkungan.

"Pelan, tapi pasti. Air datang, membawa cerita dari kota yang tak pernah belajar. Sibuk membangun tinggi tanpa melihat ke tanah. Dan lagu ini bukan tentang hujan, tapi tentang keserakahan yang menenggelamkan kita," demikian kutipan lanjutan dari mereka.

Dialog Dini Hari selama ini dikenal sebagai band yang meleburkan musik akustik dengan lirik filosofis serta kritik sosial. Mereka terdiri Dadang Pranoto (Dankie/Pohon Tua) – vokal, gitar, penulis lirik utama dan Deny Surya (Deny “Surya” Shaniqua) – drum dan perkusi.

Lirik Lagu “Bandang” – Dialog Dini Hari

(Lirik sesuai sumber Musicxmatch)

Air datang sebagai cermin
Memantulkan wajah kota yang letih
Di balik gemerlap lampu malam
Tersimpan kekacauan yang tak diakui

Pohon diganti istana batu
Akar diganti fondasi rapuh
Hujan kan terus disalahkan
Dan kota-kota menangis tenggelam

Doa tak bisa menahan deras
Bila tanah tak lagi bernafas
Damai hanyalah layar jalanan
Sedang sungai bicara dengan lumpur

Mereka terlena menghitung laba
Sementara air menghitung luka
Dan di antara arus yang diam
Kebenaran muncul tanpa suara

Pohon diganti istana batu
Akar diganti fondasi rapuh
Air akan selalu datang
Menyingkap wajah palsu kebijakan

Doa tak bisa menahan deras
Bila tanah tak lagi bernafas
Damai hanyalah layar jalanan
Sedang sungai bicara dengan lumpur

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami