Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Badung Mulai Bangun Jalan Lingkar Selatan Rp2,9 Triliun, Jadi Solusi Kemacetan Kawasan Wisata
beritabali/ist/Badung Mulai Bangun Jalan Lingkar Selatan Rp2,9 Triliun, Jadi Solusi Kemacetan Kawasan Wisata.
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pemerintah Kabupaten Badung resmi memulai pembangunan mega proyek infrastruktur jalan senilai Rp2,9 triliun sebagai upaya mengatasi kemacetan di kawasan pariwisata. Proyek strategis tersebut ditandai dengan ground breaking pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) serta Shortcut Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar Barat di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Senin (27/7/2026).
Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, dan Sekretaris Daerah Badung IB Surya Suamba dengan menekan tombol sirine di lokasi proyek JLS Segmen 4 (Labuan Sait–Pedati) serta pembangunan trase jalan Pura Kulat–Labuan Sait.
Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Haeruddin C. Maddi, jajaran Forkopimda Bali dan Badung, pimpinan BUMN wilayah Bali, anggota DPRD Badung, kepala OPD, direksi PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), pelaku usaha, asosiasi profesi, media, hingga para camat, lurah, perbekel, dan bendesa adat se-Kabupaten Badung.
Dalam laporannya, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menjelaskan pembangunan koridor jalan di Kecamatan Kuta Selatan dan Kuta Utara dirancang untuk membentuk jaringan jalan yang saling terhubung. Infrastruktur tersebut diharapkan menghadirkan jalur alternatif, mengurangi beban lalu lintas di ruas utama, serta meningkatkan akses menuju kawasan permukiman, pusat pelayanan publik, destinasi wisata, dan pusat pertumbuhan ekonomi.
“Pembangunan infrastruktur strategis di wilayah Badung Selatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2026–2027. Tahap awal meliputi pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) serta penataan Simpang Siligita dengan total panjang jalan mencapai 10,89 kilometer dan pembangunan Jalan Semer - Teuku Umar Barat untuk mengurai kemacetan di Simpang Semer dengan total panjang jalan mencapai 4,77 kilometer dengan anggaran Rp 2,9 Triliun lebih,” ujarnya.
Adi Arnawa menambahkan, dalam jangka panjang Jalan Lingkar Selatan dirancang memiliki panjang sekitar 29,95 kilometer. Sementara pembangunan jaringan jalan di wilayah Badung Tengah dan Badung Utara ditargetkan mencapai 52,95 kilometer sepanjang periode 2026–2029.
Menurutnya, seluruh tahapan pembangunan telah melalui studi kelayakan (feasibility study/FS), penyusunan Detail Engineering Design (DED), penetapan lokasi, hingga proses pengadaan lahan yang dilakukan melalui musyawarah dengan masyarakat guna menjamin asas keadilan.
“Sehingga kalau ini sudah dibuat, berarti kondisi wilayah Bandung secara umum, sudah dilintasi oleh jalan-jalan besar. Sehingga saya yakin sekali, daya dukung pariwisata kita akan semakin meningkat,” tambah Adi Arnawa.
Bupati mengakui proses pembebasan lahan sempat menghadapi pro dan kontra. Namun melalui pendekatan persuasif kepada masyarakat serta percepatan penyusunan FS, DED, penetapan lokasi hingga pembebasan lahan, proyek akhirnya dapat direalisasikan.
“Prinsipnya masyarakat gayung bersambut. Mereka sudah jenuh dengan kemacetan di Badung Selatan sehingga mendukung pembangunan ini,” ucapnya.
Ia optimistis pembangunan Jalan Lingkar Selatan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan nilai kawasan, serta berdampak pada kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan meningkatnya kemampuan fiskal daerah, pembangunan infrastruktur di masa mendatang diharapkan dapat dibiayai secara mandiri tanpa bergantung pada pinjaman.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali Wayan Koster memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Badung dan DPRD Badung atas dimulainya proyek strategis tersebut. Menurutnya, pembangunan Jalan Lingkar Selatan merupakan solusi nyata untuk mengatasi kemacetan kronis yang selama ini menjadi tantangan utama kawasan wisata Badung Selatan.
“Saya bersyukur apa yang direncanakan sejak lama hari ini bisa dimulai. Kawasan ini merupakan destinasi wisata yang sangat padat, bukan hanya aktivitas masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan. Kemacetan yang terjadi selama ini harus diselesaikan agar pariwisata Badung dan Bali tetap berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Koster.
Gubernur juga mengapresiasi keberanian Pemerintah Kabupaten Badung dalam mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,9 triliun, termasuk memanfaatkan dukungan pembiayaan dari PT SMI. Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur sangat penting karena penundaan proyek hanya akan meningkatkan biaya konstruksi pada masa mendatang.
“Langkah yang diambil Pak Bupati sudah berada di arah yang benar dan patut kita dukung bersama,” tegas Koster.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Badung
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5897 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4625 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2592 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2235 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2209 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan