Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
LPKA Karangasem Pastikan Anak Binaan Tetap Sekolah, Pelatihan Kerja Terkendala Fasilitas
beritabali/ist/LPKA Karangasem Pastikan Anak Binaan Tetap Sekolah, Pelatihan Kerja Terkendala Fasilitas.
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas IIB Karangasem terus berkomitmen memenuhi hak pendidikan seluruh anak binaan selama menjalani masa pembinaan. Selain mengikuti pendidikan formal melalui program kejar paket, mereka juga memperoleh pembinaan karakter dan pengembangan keterampilan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.
Meski demikian, pengembangan keterampilan kerja di LPKA Karangasem masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana dan peralatan pendukung sehingga sejumlah program pelatihan belum dapat berjalan secara optimal.
Kepala Seksi Pembinaan LPKA Kelas IIB Karangasem, Putu Yogi Hithawati, menjelaskan setiap anak yang baru masuk ke LPKA terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti seluruh program pembinaan yang telah disiapkan.
"Setiap anak yang baru datang wajib menjalani pemeriksaan kesehatan di klinik. Setelah itu mereka diberikan pakaian. Pakaian dari luar dibatasi hanya satu sampai dua stel, karena kebutuhan seperti seragam olahraga dan seragam sekolah sudah kami sediakan di LPKA," ujarnya.
Yogi mengatakan seluruh anak binaan diwajibkan mengikuti pendidikan. Bagi mereka yang sebelumnya putus sekolah, LPKA memfasilitasi untuk mengikuti program kejar paket sesuai jenjang pendidikan masing-masing.
"Semua anak wajib sekolah. Ada yang awalnya tidak bisa membaca meskipun sudah lulus SD. Banyak yang memiliki berbagai alasan tidak mau melanjutkan pendidikan, tetapi kami dekati terus hingga akhirnya bersedia mengikuti sekolah lagi," katanya.
Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan menghadirkan guru ke LPKA sebanyak dua kali dalam seminggu. Sementara saat pelaksanaan ujian, anak binaan dikawal menuju Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) agar dapat mengikuti ujian bersama peserta kejar paket lainnya.
"Guru datang mengajar ke sini. Saat ujian kami mengawal mereka ke SKB agar mengikuti ujian bersama peserta lainnya. Astungkara tahun 2026 ini anak-anak binaan kami juga berhasil meraih prestasi," ungkapnya.
Selain pendidikan formal, LPKA Karangasem juga memberikan pembinaan karakter melalui kegiatan kepramukaan dan latihan baris-berbaris bekerja sama dengan Kodim 1623/Karangasem. Program tersebut bertujuan membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter positif bagi anak binaan.
Di sisi lain, LPKA juga berupaya mengembangkan keterampilan sesuai minat dan bakat masing-masing anak. Sejak pertama kali masuk, setiap anak didata mengenai hobi dan keterampilan yang ingin dipelajari agar pembinaan lebih tepat sasaran.
"Ada yang bercita-cita menjadi barista, ada juga yang ingin belajar potong rambut. Sayangnya kami belum memiliki peralatan yang memadai untuk pelatihan tersebut. Saat ini yang rutin baru pembinaan berkebun dengan bibit yang kami siapkan sendiri," jelasnya.
Menurut Yogi, sebenarnya telah ada yayasan yang siap memberikan pelatihan barista secara gratis. Namun pelaksanaan pelatihan belum dapat dilakukan secara maksimal karena belum tersedia mesin kopi dan perlengkapan pendukung lainnya.
"Yayasannya sudah siap mengajar, tetapi untuk belajar menjadi barista tentu membutuhkan mesin dan perlengkapan. Itu yang masih menjadi kendala kami saat ini. Kami berharap bisa berkoordinasi dengan dinas terkait agar pelatihan keterampilan dapat lebih lengkap," katanya.
Ia mengungkapkan hasil pembinaan yang dilakukan selama ini cukup menggembirakan. Sejumlah alumni binaan telah berhasil kembali berbaur dengan masyarakat dan memperoleh pekerjaan, termasuk di sektor usaha kuliner.
"Beberapa anak yang sudah bebas saya ajak bekerja di usaha kuliner yang saya miliki di Denpasar. Astungkara mereka benar-benar berubah dan mampu menjalani kehidupan dengan baik," ujarnya.
Yogi menegaskan anak binaan yang telah menyelesaikan masa pembinaan tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan formal. Bahkan, bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu tersedia peluang memperoleh beasiswa agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
"Setelah keluar mereka bisa kembali bersekolah. Bagi yang memenuhi syarat juga ada kesempatan memperoleh beasiswa agar tetap bisa melanjutkan pendidikan," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3874 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2131 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2008 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1920 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1783 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun