Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Menteri Nusron Serahkan Sertifikat Wakaf dan Bantuan Rp2 Miliar untuk Masjid Terdampak Bencana

Selasa, 28 Juli 2026, 10:16 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Kementrian ATR/BPN/Menteri Nusron Serahkan Sertifikat Wakaf dan Bantuan Rp2 Miliar untuk Masjid Terdampak Bencana.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyerahkan sertifikat tanah wakaf untuk Masjid Salman Alfarisi di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (23/7/2026). Pada kesempatan yang sama, Nusron juga menyerahkan bantuan tahap awal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mendukung pembangunan kembali masjid yang terdampak bencana hidrometeorologi pada 2025.

Penyerahan sertifikat tanah wakaf tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan kepastian hukum atas aset rumah ibadah, sekaligus mempercepat proses rehabilitasi pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

"Tadi ketika menyerahkan sertipikat saya hadir atas nama Menteri ATR/Kepala BPN. Sekalian saya hadir atas nama MUI untuk menyampaikan titipan para donatur. Ini bukan bantuan dari saya, melainkan amanah yang dititipkan melalui MUI untuk membantu masyarakat terdampak bencana," ujar Menteri Nusron.

Selain menjabat Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid juga mengemban amanah sebagai Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana di Dewan Pimpinan Pusat MUI. Ia menjelaskan bahwa bantuan yang dihimpun dari para donatur disalurkan untuk mendukung rehabilitasi rumah ibadah di wilayah yang terdampak bencana.

Untuk Provinsi Aceh, MUI menetapkan Masjid Salman Alfarisi sebagai penerima bantuan pembangunan dengan total nilai Rp2 miliar yang akan dicairkan secara bertahap sesuai perkembangan pembangunan di lapangan.

"Hari ini kami menyerahkan tahap awal sebesar Rp500 juta. Selanjutnya akan disesuaikan dengan perkembangan pembangunan di lapangan. Kami hanya mengantarkan amanah para donatur, sehingga seluruh prosesnya harus dapat dipertanggungjawabkan dengan baik," terang Menteri Nusron.

Dalam kunjungan kerjanya ke Aceh Tamiang, Menteri Nusron juga meninjau kondisi layanan di Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tamiang. Selain itu, ia melihat langsung lokasi pembangunan hunian tetap (Huntap) yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.

Kementerian ATR/BPN turut mendukung percepatan rehabilitasi pascabencana melalui sejumlah langkah strategis, di antaranya menyiapkan lahan untuk pembangunan Huntap, menerbitkan sertifikat pengganti bagi masyarakat yang kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen pertanahan akibat bencana, serta menyusun skema konsolidasi tanah pada kawasan yang mengalami perubahan fisik akibat banjir.

Kolaborasi antara pemerintah, MUI, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana, tidak hanya melalui kepastian hukum atas tanah masyarakat, tetapi juga dengan membangun kembali sarana ibadah serta mendukung pemulihan kehidupan sosial masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Nusron didampingi Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Achmad, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik Rahmat Sahid, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Aceh Arinaldi, serta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tamiang Husni.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: BPN Karangasem



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami