Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Satker PJN Siagakan Alat Berat Antisipasi Longsor di Wanagiri–Gitgit
BERITABALI.COM, BULELENG.
Menghadapi tingginya potensi tanah longsor saat musim hujan, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Provinsi Bali menyiapkan alat berat beserta chainsaw di jalur rawan longsor Desa Wanagiri–Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng.
PPK 1.4 Bali, Yoni Santhia, mengatakan satu unit backhoe loader disiagakan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi longsor dengan material tebal. Penempatan alat berat ini dilakukan karena jalur Wanagiri–Gitgit dikenal memiliki kontur perbukitan yang labil, sehingga kerap mengalami longsor pada musim penghujan.
"Alat berat kami siagakan untuk membantu petugas mempercepat proses pembersihan, sehingga kemacetan dapat diminimalisir. Penyiagaan ini kami tingkatkan hingga momentum perayaan Natal dan Tahun Baru," katanya pada Jumat (21/11).
Selain menyiapkan alat berat, pihaknya juga mengimbau pengendara agar lebih berhati-hati, terutama saat hujan deras turun. Hal ini mengingat pada Kamis (20/11), longsor kembali terjadi di kilometer 10 Desa Gitgit.
Dalam kejadian tersebut, material longsor menutup sebagian badan jalan dan menyeret sebuah pohon jaka hingga tumbang. Petugas gabungan telah melakukan pembersihan, namun potensi longsor susulan tetap diwaspadai.
Upaya antisipasi ini diharapkan dapat menjaga kelancaran arus lalu lintas menuju wilayah Buleleng dan mencegah terjadinya kemacetan parah selama puncak libur akhir tahun.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan