Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Badung Targetkan 6,3 Juta Wisatawan di 2026
BERITABALI.COM, BADUNG.
Dinas Pariwisata Kabupaten Badung menargetkan angka kunjungan wisatawan mencapai 6,3 juta orang pada tahun 2026, sebuah lompatan ambisius yang tercantum dalam Rencana Strategis (Renstra) daerah.
Target ini didorong oleh capaian pariwisata Badung yang telah melampaui angka sebelum pandemi COVID-19. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Nyoman Rudiartha.
"Di bulan Oktober, angka kunjungan kita itu ada di 6 juta sekian. Ini cukup menarik karena pada saat sebelum pandemi pun, angka kunjungan itu hanya di angka 5 juta," ujarnya, belum lama ini di Badung.
Namun, meningkatnya jumlah wisatawan juga membawa tantangan baru, terutama dalam pengawasan perilaku turis dan potensi pelanggaran visa yang banyak terjadi. Untuk itu, kolaborasi pentahelix bersama berbagai pihak menjadi kunci menjaga kualitas pariwisata.
"Kami mengajak seluruh komponen yang kami biasa sebut kolaborasi pentahelix ini, untuk bisa berperan aktif menjaga pariwisata kita. Banyak pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh wisatawan sudah diberikan sanksi, sudah dideportasi, itu banyak sekali memang", paparnya.
Untuk mewujudkan target 6,3 juta kunjungan tersebut, Badung fokus pada perbaikan infrastruktur, penanganan sampah, serta pembenahan destinasi, khususnya di desa wisata yang mengedepankan prinsip inklusivitas guna memperkuat ekonomi lokal.
Salah satu strategi utama yaitu elaborasi sektor pariwisata dengan pertanian, sejalan dengan visi Bupati Badung.
"Kalau kita bicara elaborasi, biasa kami melakukan dengan di sektor pertanian karena salah satu ini adalah visi Pak Bupati juga. Bagaimana memadukan pertanian itu dengan sektor pariwisata", bebernya.
Contoh konkret sinergi ini dapat dilihat dari pemanfaatan Jaringan Irigasi Usaha Tani (Jut) dan Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (Jitut) sebagai jalur cycling, trekking, dan jogging di desa wisata.
Selain edutourism pertanian, desa-desa wisata juga mengembangkan atraksi lain seperti cooking class yang melibatkan wisatawan dalam pengolahan hasil pertanian, hingga paket wellness tourism.
Di Desa Carangsari, Kecamatan Petang, program wellness tourism bahkan dikembangkan bersama Fakultas Kedokteran salah satu universitas.
"Di Carangsari itu ada kerja sama dengan salah satu universitas, Fakultas Kedokteran, untuk keterlibatan dalam kegiatan wellness tourism. Tamu itu membeli paket wellness itu dari mereka bangun pagi sampai mereka tidur lagi," ujarnya.
Saat ini Badung memiliki 18 desa wisata, termasuk tambahan terbaru di tahun 2025 yaitu Desa Wisata Sulangai, yang sekaligus menetapkan DTW Waterfall Guadong sebagai daya tarik wisata besar.
Rudiartha berharap keberlanjutan desa wisata dapat terwujud melalui dukungan masyarakat sebagai subjek pariwisata.
"Dari pemerintah bisa saja berharap desa wisata ini berjalan dengan baik, tetapi kalau dari kami dari segi pemerintah itu sendiri, kita berharap ada dukungan daripada masyarakat. Sehingga betul-betul sektor ini menjadi sektor andalan," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5940 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4654 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan