Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
SMPN 6 Tejakula Kekurangan Kelas Meski Dapat DAK Rp600 Juta
BERITABALI.COM, BULELENG.
Meski telah digelontorkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp600 juta lebih, keterbatasan sarana prasarana masih menjadi persoalan serius di SMP Negeri 6 Tejakula, Buleleng.
Waka Kurikulum SMP Negeri 6 Tejakula, I Nyoman Kartika Awan, ditemui Senin (8/12) mengatakan, sejak sekolah didirikan pada 2016 lalu, pihaknya hanya memiliki tiga ruang kelas. Sementara jumlah siswa mencapai 326 orang.
Baca juga:
Tinjau Revitalisasi Sekolah di Kecamatan Banjar, Bupati Sutjidra Pacu Pengerjaan yang Tertinggal
Atas kondisi tersebut, pihak sekolah terpaksa menerapkan sistem pembelajaran double shift pagi dan sore, serta meminjam empat ruang kelas di SDN 3 Les.
"Kami ada 11 rombongan belajar. Sementara ruang kelas yang kami miliki hanya tiga. Jadi terpaksa meminjam ruang kelas di SDN 3 Les," jelasnya.
Selain ruang kelas, Kartika menyebut sekolah juga belum memiliki ruang UKS, BK, dan ruang TIK. Bahkan, ruang perpustakaan terpaksa difungsikan sebagai ruang kepala sekolah, ruang guru, dan tenaga administrasi karena belum tersedia ruangan yang representatif.
"Karena ruang perpustakaannya kami pakai, anak-anak tidak bisa baca buku di ruang perpustakaan. Mereka terpaksa membaca di kelas," ungkap Kartika.
Usulan penambahan ruang kelas serta sarana dan prasarana lainnya, kata Kartika, sudah diajukan ke Pemkab Buleleng sejak 2019. Hingga pada September 2025, DAK sebesar Rp600 juta lebih akhirnya digelontorkan pemerintah pusat untuk menambah dua ruang kelas baru.
"Jadi total ruang kelas yang sekarang kami miliki ada lima. Dengan penambahan dua ruang kelas baru, setidaknya kami tidak lagi meminjam ruang kelas di SDN 3 Les. Sebenarnya masih kurang lagi enam ruang, supaya seluruh kegiatan pembelajaran bisa shiftnya pagi saja. Kami harap Bupati bisa memenuhi yang kurang," katanya.
Bupati Buleleng dr I Nyoman Sutjidra, saat datang meninjau sekolah tersebut mengaku terkejut dengan kondisi sekolah yang minim ruang belajar.
“Ini sebuah kejutan. Saya baru tahu SMP 6 Tejakula hanya punya tiga ruang kelas. Bahkan ruang perpusatakaan dipakai sebagai ruang guru,” ucapnya.
Ia memastikan pemerintah akan memberikan dukungan penuh pada 2027 mendatang dengan membangun empat ruang kelas tambahan melalui APBD Buleleng. Selain itu, akan dibangun pula toilet dan wantilan untuk menunjang kegiatan ekstrakurikuler, terutama seni tabuh yang menjadi potensi besar siswa di sekolah tersebut.
"Ruang kelasnya akan kami tambah lewat APBD tahun 2027. Ini harus kami lakukan agar anak-anak kita nyaman dalam mengikuti kegiatan pembelajaran," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3730 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1673 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang