Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Dispar Badung Bantah Dugaan Pemotongan Upah Proyek Mekotek
BERITABALI.COM, BADUNG.
Dinas Pariwisata (Dispar) Badung menanggapi isu dugaan pemotongan upah hingga Rp75 juta terhadap para pematung penggarap Monumen Mekotek di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Isu ini dilaporkan melalui kanal pengaduan Kontak Bupati Badung, kemudian viral di media sosial. Berkenaan dengan hal tersebut, Kepala Dispar Badung, I Nyoman Rudiartha, membantah adanya isu dugaan pemotongan upah di instansinya.
Dirinya menjelaskan proyek senilai Rp 2,4 miliar yang dikerjakan oleh PT Genta Winangun Swasti Karya itu bukan sekadar pembuatan patung, melainkan penataan area secara komprehensif berupa Taman Mekotek.
"Nah, dari anggaran Rp 2,4 miliar ini tentu kami memiliki beberapa kegiatan-kegiatan. Tidak hanya pembangunan patung, akan tetapi ada kegiatan-kegiatan lain salah satunya penataan," jelasnya, Senin (8/12/2025).
Dispar Badung tidak pernah melakukan pemotongan upah. Menurutnya, setelah kontrak diserahkan, mekanisme pembayaran kepada para pematung sepenuhnya menjadi tanggung jawab penyedia jasa atau vendor.
"Nah, kalau menyangkut tentang itu (pemotongan) seperti apa, nah itu mekanismenya sudah masuk ke rekanan, ke vendor. Kami tidak ada pemotongan, yang jelas kami ingin apa yang menjadi spek teknis kegiatan, baik kualitasnya, tingginya, dan sebagainya, itu saja,” paparnya.
Dispar Badung memilih melibatkan pematung lokal Munggu untuk menjaga nilai tradisi dan orisinalitas. Tradisi Mekotek adalah ikon budaya Munggu yang bahkan sempat menjadi representasi saat G20 pada 2022. Pekerjaan monumen ini mencakup dua unit patung utama Mekotek dengan tinggi 3 meter.
Total 30 unit patung, dengan 13 unit patung setinggi 2 meter dan 17 unit setinggi 2 meter. Kemudian 15 patung relief Mekotek tinggi 3,5 meter dan 15 patung relief kerucut dengan tinggi 3,5 meter.
Kemudian Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dispar Badung, I Gede Made Sukayasa menyampaikan, pekerjaan mayornya justru pada struktur pendukung, meliputi penataan halaman, spek relief, railing, pekerjaan stage (panggung untuk pentas Ogoh-ogoh), pekerjaan jembatan penghubung, struktur dudukan patung, penambahan aksesoris bata tempel, dan pembangunan fasilitas seperti toilet.
"Patungnya justru enggak seberapa nilainya, artinya tidak sebesar nilai yang keseluruhan untuk membuktikan patungnya. Sebab tanpa penataan juga kalau kita membuat patungnya saja kan tidak nyambung, tidak bagus nanti," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3312 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan