Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Akomodasi Ubud Genjot Okupansi Jelang Akhir Tahun Lewat Wellness

Kamis, 11 Desember 2025, 21:07 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Akomodasi Ubud Genjot Okupansi Jelang Akhir Tahun Lewat Wellness.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Menjelang pengujung tahun, sejumlah pelaku akomodasi pariwisata di wilayah Ubud mulai menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan okupansi. 

Salah satu pendekatan yang kini menjadi sorotan adalah strategi berbasis wellness, yang dinilai lebih efektif ketimbang sekadar memberikan diskon agresif.

Direktur salah satu resort di kawasan Bresela, Ubud, Gianyar, I Wayan Lanus, menyampaikan bahwa menjelang akhir tahun pihak manajemen menargetkan peningkatan okupansi hingga 65–70 persen dengan fokus pada program-program wellness yang digelar di pertengahan pekan.

Preferensi wisatawan terhadap ketenangan, kedekatan dengan alam, dan pengalaman autentik juga terlihat dalam dinamika pasar pariwisata regional. Indonesia mencatat 11,43 juta kunjungan wisatawan mancanegara periode Januari–September 2025, tumbuh 10,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, Bali menyumbang sekitar 5,3 juta kunjungan dan semakin menegaskan posisinya sebagai episentrum pariwisata nasional.

Laporan Booking Sustainable Travel Report 2024 turut menunjukkan peningkatan minat wisatawan global terhadap perjalanan yang berkelanjutan, dekat dengan alam, dan memberikan dampak positif bagi komunitas lokal, termasuk di kalangan luxury traveler. Asia juga terus menguat sebagai destinasi utama retreat dan perjalanan pemulihan diri.

"Kombinasi tren ini menjadikan Sanggraloka Ubud berada pada posisi strategis sebagai destinasi yang selaras dengan preferensi wisatawan yang semakin mencari pengalaman eco-luxury dan wellness retreat berbasis budaya", paparnya, Rabu (10/12/2025) di Bresela, Ubud, Gianyar.

Lanus menambahkan bahwa arah strategi tersebut sejalan dengan fokus pemerintah yang tengah memperkuat wellness dan cultural tourism sebagai diferensiasi Indonesia di pasar global.

"Perubahan lanskap permintaan ini tidak hanya tercermin pada pola okupansi, tetapi juga pada cara membangun nilai komersial melalui pengalaman yang melampaui akomodasi semata", ujarnya.

Pendapatan non-kamar resort juga menunjukkan struktur yang berbeda dari resort premium umumnya, dengan 34–38 persen revenue datang dari wellness, kuliner, dan event boutique, mulai dari sesi sound healing di tepi sungai, kelas memasak dengan hasil kebun organik, hingga pernikahan intim di Anandam Chapel.

Pada semester pertama 2026, Sanggraloka menargetkan seperempat total pendapatannya berasal dari sektor wellness dan event melalui paket terkurasi dan kolaborasi dengan operator retreat global serta spesialis micro-wedding.

“Kami percaya bahwa pariwisata tidak harus memilih antara pertumbuhan dan keberlanjutan. Kami membuktikan bahwa bisnis yang dijalankan dengan menghormati alam dan budaya justru menciptakan loyalitas tamu, nilai ekonomi yang lebih kuat, dan hubungan jangka panjang dengan komunitas. Tujuan kami bukan hanya membangun resort, tetapi ekosistem yang menyehatkan tanah, memberdayakan masyarakat, dan menjaga warisan Bali tetap hidup," pungkas Lanus.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami