Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Akomodasi Ubud Genjot Okupansi Jelang Akhir Tahun Lewat Wellness
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Menjelang pengujung tahun, sejumlah pelaku akomodasi pariwisata di wilayah Ubud mulai menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan okupansi.
Salah satu pendekatan yang kini menjadi sorotan adalah strategi berbasis wellness, yang dinilai lebih efektif ketimbang sekadar memberikan diskon agresif.
Direktur salah satu resort di kawasan Bresela, Ubud, Gianyar, I Wayan Lanus, menyampaikan bahwa menjelang akhir tahun pihak manajemen menargetkan peningkatan okupansi hingga 65–70 persen dengan fokus pada program-program wellness yang digelar di pertengahan pekan.
Preferensi wisatawan terhadap ketenangan, kedekatan dengan alam, dan pengalaman autentik juga terlihat dalam dinamika pasar pariwisata regional. Indonesia mencatat 11,43 juta kunjungan wisatawan mancanegara periode Januari–September 2025, tumbuh 10,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, Bali menyumbang sekitar 5,3 juta kunjungan dan semakin menegaskan posisinya sebagai episentrum pariwisata nasional.
Laporan Booking Sustainable Travel Report 2024 turut menunjukkan peningkatan minat wisatawan global terhadap perjalanan yang berkelanjutan, dekat dengan alam, dan memberikan dampak positif bagi komunitas lokal, termasuk di kalangan luxury traveler. Asia juga terus menguat sebagai destinasi utama retreat dan perjalanan pemulihan diri.
"Kombinasi tren ini menjadikan Sanggraloka Ubud berada pada posisi strategis sebagai destinasi yang selaras dengan preferensi wisatawan yang semakin mencari pengalaman eco-luxury dan wellness retreat berbasis budaya", paparnya, Rabu (10/12/2025) di Bresela, Ubud, Gianyar.
Lanus menambahkan bahwa arah strategi tersebut sejalan dengan fokus pemerintah yang tengah memperkuat wellness dan cultural tourism sebagai diferensiasi Indonesia di pasar global.
"Perubahan lanskap permintaan ini tidak hanya tercermin pada pola okupansi, tetapi juga pada cara membangun nilai komersial melalui pengalaman yang melampaui akomodasi semata", ujarnya.
Pendapatan non-kamar resort juga menunjukkan struktur yang berbeda dari resort premium umumnya, dengan 34–38 persen revenue datang dari wellness, kuliner, dan event boutique, mulai dari sesi sound healing di tepi sungai, kelas memasak dengan hasil kebun organik, hingga pernikahan intim di Anandam Chapel.
Pada semester pertama 2026, Sanggraloka menargetkan seperempat total pendapatannya berasal dari sektor wellness dan event melalui paket terkurasi dan kolaborasi dengan operator retreat global serta spesialis micro-wedding.
“Kami percaya bahwa pariwisata tidak harus memilih antara pertumbuhan dan keberlanjutan. Kami membuktikan bahwa bisnis yang dijalankan dengan menghormati alam dan budaya justru menciptakan loyalitas tamu, nilai ekonomi yang lebih kuat, dan hubungan jangka panjang dengan komunitas. Tujuan kami bukan hanya membangun resort, tetapi ekosistem yang menyehatkan tanah, memberdayakan masyarakat, dan menjaga warisan Bali tetap hidup," pungkas Lanus.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5880 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2583 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2228 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan