Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Akomodasi Ubud Genjot Okupansi Jelang Akhir Tahun Lewat Wellness
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Menjelang pengujung tahun, sejumlah pelaku akomodasi pariwisata di wilayah Ubud mulai menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan okupansi.
Salah satu pendekatan yang kini menjadi sorotan adalah strategi berbasis wellness, yang dinilai lebih efektif ketimbang sekadar memberikan diskon agresif.
Direktur salah satu resort di kawasan Bresela, Ubud, Gianyar, I Wayan Lanus, menyampaikan bahwa menjelang akhir tahun pihak manajemen menargetkan peningkatan okupansi hingga 65–70 persen dengan fokus pada program-program wellness yang digelar di pertengahan pekan.
Preferensi wisatawan terhadap ketenangan, kedekatan dengan alam, dan pengalaman autentik juga terlihat dalam dinamika pasar pariwisata regional. Indonesia mencatat 11,43 juta kunjungan wisatawan mancanegara periode Januari–September 2025, tumbuh 10,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, Bali menyumbang sekitar 5,3 juta kunjungan dan semakin menegaskan posisinya sebagai episentrum pariwisata nasional.
Laporan Booking Sustainable Travel Report 2024 turut menunjukkan peningkatan minat wisatawan global terhadap perjalanan yang berkelanjutan, dekat dengan alam, dan memberikan dampak positif bagi komunitas lokal, termasuk di kalangan luxury traveler. Asia juga terus menguat sebagai destinasi utama retreat dan perjalanan pemulihan diri.
"Kombinasi tren ini menjadikan Sanggraloka Ubud berada pada posisi strategis sebagai destinasi yang selaras dengan preferensi wisatawan yang semakin mencari pengalaman eco-luxury dan wellness retreat berbasis budaya", paparnya, Rabu (10/12/2025) di Bresela, Ubud, Gianyar.
Lanus menambahkan bahwa arah strategi tersebut sejalan dengan fokus pemerintah yang tengah memperkuat wellness dan cultural tourism sebagai diferensiasi Indonesia di pasar global.
"Perubahan lanskap permintaan ini tidak hanya tercermin pada pola okupansi, tetapi juga pada cara membangun nilai komersial melalui pengalaman yang melampaui akomodasi semata", ujarnya.
Pendapatan non-kamar resort juga menunjukkan struktur yang berbeda dari resort premium umumnya, dengan 34–38 persen revenue datang dari wellness, kuliner, dan event boutique, mulai dari sesi sound healing di tepi sungai, kelas memasak dengan hasil kebun organik, hingga pernikahan intim di Anandam Chapel.
Pada semester pertama 2026, Sanggraloka menargetkan seperempat total pendapatannya berasal dari sektor wellness dan event melalui paket terkurasi dan kolaborasi dengan operator retreat global serta spesialis micro-wedding.
“Kami percaya bahwa pariwisata tidak harus memilih antara pertumbuhan dan keberlanjutan. Kami membuktikan bahwa bisnis yang dijalankan dengan menghormati alam dan budaya justru menciptakan loyalitas tamu, nilai ekonomi yang lebih kuat, dan hubungan jangka panjang dengan komunitas. Tujuan kami bukan hanya membangun resort, tetapi ekosistem yang menyehatkan tanah, memberdayakan masyarakat, dan menjaga warisan Bali tetap hidup," pungkas Lanus.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3306 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 779 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 717 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman