Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Kemendag Bidik Lonjakan Transaksi Ritel di Bali Great Sale 2025
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua DPD Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Bali, Zenzen Guisi Halmis resmi membuka program Bali Great Sale 2025 di Icon Bali Mall, Jumat (12/12/2025).
Program belanja berskala regional ini melibatkan 18 pusat perbelanjaan di Bali dan Nusa Tenggara, dengan target mendorong transaksi ritel, penguatan tenant, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Zenzen menjelaskan, Bali Great Sale tidak sekadar program diskon, tetapi dirancang untuk memperkuat ekosistem pusat perbelanjaan dan kolaborasi lintas sektor. APPBI Bali, kata dia, selama lebih dari empat bulan terakhir telah aktif melakukan pembinaan dan pendampingan kepada anggota.
"Dan kolaborasi asosiasi yang kini sudah berjalan dengan Pak Kadis. Kami juga terus berkembang untuk program-program kerja sama dengan pemerintahan. Dan selanjutnya kami ada program sapa silaturahmi pengurus dan anggota, yang tentunya selama kami beroperasional selama 4 bulan lebih, kami telah mendatangi, berpatroli yang melakukan pembinaan, melakukan arahan, maupun advans-advans yang secara komersial maupun bisnis," ujar Zenzen.
Ia menyebutkan anggota APPBI Bali saat ini mencakup berbagai pusat perbelanjaan besar seperti Benoa Square, Discovery Shopping Mall, Duta Plaza, Level 21 Mall, Lippo Mall Kuta, Seminyak Village, Seminyak Square, hingga Trans Studio Mall Bali.
Menurut Zenzen, Bali Great Sale Bali–Nusra dirancang untuk memperkuat kunjungan ke pusat perbelanjaan, meningkatkan transaksi tenant, sekaligus menjadi simulasi pertumbuhan ekonomi regional. Ia menargetkan program ini dapat berkembang seperti Singapore Great Sale atau Hong Kong Great Sale.
"Bali Nusra ini dirancang bukan hanya sebagai program diskon biasa. Namun kami memperkuat terhadap pengunjung shopping mall dan tentunya penguatan bisnis tenan, peningkatan transaksi, serta simulasi bagi pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Program Bali Great Sale 2025 dibuka pada 12 Desember di Icon Bali Mall dan akan ditutup pada 16 Januari 2026 di Living World Denpasar. Selama periode tersebut, masyarakat dan wisatawan dapat menikmati promo belanja dengan diskon hingga 70 persen di 18 pusat perbelanjaan.
Dari sisi pemerintah pusat, Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementerian Perdagangan (Kemendag), Septo Soepriyatno menilai Bali Great Sale memiliki kontribusi strategis terhadap perekonomian nasional. Ia menyebut konsumsi rumah tangga saat ini menyumbang sekitar 54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Tahun lalu Bali Great sale sukses menciptakan peningkatan transaksi hingga 30% dengan nilai mencapai Rp2,5 miliar,” ujarnya.
Menurut Septo, keberhasilan Bali Great Sale 2025 tidak hanya diukur dari angka penjualan, tetapi juga dari kemampuannya menjadi momentum akselerasi ekonomi Bali dan Nusa Tenggara secara berkelanjutan, termasuk sebagai etalase produk lokal dan UMKM di pusat perbelanjaan.
Ia mengungkapkan program ini melibatkan 18 pusat perbelanjaan, terdiri atas 16 di Bali dan dua di Nusa Tenggara. Sinergi antara pusat belanja, pemerintah, perbankan, dan asosiasi dinilai krusial untuk mendorong ritel UMKM dan pariwisata belanja.
Baca juga:
Properti Komersial Bali Menek 8,46 Persen, Sektor Ritel Lan Apartemen Ngebekin Pangalimbak
Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini menegaskan Bali merupakan pusat pergerakan wisatawan terbesar di Indonesia sekaligus motor belanja wisata nasional. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Great Sale Bali Nusra, Kamis (12/12/2025).
Ia memaparkan hingga September 2025, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia mencapai 8,75 juta, dan hampir setengahnya berkunjung ke Bali.
“Guess what? Setengahnya itu dari Bali, eh ke Bali setengahnya atau tepatnya 5,8 hampir 5,9 juta wisatawan mancanegara itu ke Bali,” ujarnya.
Marthini menambahkan, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara saat ini mencapai USD 1.400 per kunjungan, di luar tiket pesawat. Pemerintah menargetkan peningkatan belanja wisatawan premium hingga USD 2.500 per kunjungan. Sementara wisatawan Nusantara membelanjakan rata-rata Rp2,5 juta per perjalanan, dengan total pergerakan mendekati 998 juta perjalanan sepanjang 2025.
Ia menilai pelaksanaan Bali Great Sale sangat tepat karena bertepatan dengan momentum Natal dan Tahun Baru, saat arus wisatawan mulai meningkat.
“Walaupun ini belum libur ini tanggal 12 para wisatawan sudah mulai masuk dari mancanegara maupun dari Nusantara,” katanya.
Marthini juga mengungkapkan data Priceless Institute Mastercard yang mencatat peningkatan transaksi belanja di Bali hingga 166 persen, khususnya di Icon Bali Mall. Karena itu, ia mendorong pusat perbelanjaan di Bali untuk memperkuat produk lokal sebagai daya tarik utama.
“Terdapat peningkatan transaksi 166% untuk kategori shopping di Bali dan tercatat di Icon Bali Mall,” ujarnya.
Ia menegaskan arahan agar 40 persen produk yang dipasarkan di mal merupakan produk lokal dan ditempatkan di area strategis.
“Jangan ditaruh di belakang ya, harus di depan gitu sehingga kita semua bangga,” tegasnya.
Menurutnya, pusat perbelanjaan kini telah menjadi bagian dari atraksi wisata. Keunikan budaya dan lokalitas Bali harus tetap dijaga agar pengalaman belanja memiliki nilai pembeda dibandingkan destinasi lain.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun