Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Waste Station Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Insentif Digital

Kamis, 18 Desember 2025, 15:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Waste Station Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Insentif Digital.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Pengelolaan sampah di era modern tak lagi sebatas urusan kebersihan lingkungan, tetapi berkembang menjadi gerakan ekonomi sirkular berbasis teknologi dan insentif digital.

Salah satu kolaborasi lintas sektor kini menghadirkan waste station di Jimbaran, Bali, yang menggabungkan pengolahan sampah terukur dengan pemberian saldo digital hasil konversi rekopoin kepada masyarakat.

Melalui model ini, masyarakat cukup menyetorkan sampah terpilah untuk mendapatkan manfaat finansial langsung. Fasilitas waste station menyediakan lokasi yang mudah diakses, sistem insentif transparan, serta proses pengolahan profesional hingga tahap daur ulang.

Head of Corporate Communications BCA Digital, Nariswari Yudianti menjelaskan tujuan utama inisiatif tersebut.
“Kami ingin memastikan teknologi yang kami hadirkan membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Melalui #bluBuatBaik Waste Station, pengelolaan sampah menjadi lebih mudah, terukur, dan manfaatnya bisa dirasakan langsung,” ujarnya, Rabu (17/12/2025) di Jimbaran, Kabupaten Badung.

Peresmian tersebut menjadi titik kedelapan dari inisiatif waste station di Indonesia. Secara kumulatif, ekosistem ini berhasil mengumpulkan 163.595,12 kilogram sampah dan menekan 154.638,6 kilogram emisi CO. Material yang mendominasi berupa kertas, kardus, dan plastik dengan lebih dari 2.774 individu tercatat aktif berpartisipasi.

Di tengah persoalan sampah nasional yang masih genting, inisiatif ini dinilai dapat menghadirkan dampak nyata. Data SIPSN 2024 mencatat timbulan sampah nasional mencapai lebih dari 37 juta ton per tahun, dan baru sekitar 33 persen yang dapat dikelola. Di Provinsi Bali, timbulan mencapai 1,2 juta ton per tahun dengan Kota Denpasar sebagai penyumbang terbesar.

General Manager Bluebird Group Bali & Lombok, Panca Wiadnyana menyampaikan program waste station sejalan dengan komitmen keberlanjutan perusahaan.

“Kami telah mengoperasikan kendaraan listrik, menyediakan EV charging station, memanfaatkan solar panel, serta menerapkan kebijakan zero single-use plastic. Kehadiran #bluBuatBaik Waste Station Bali menjadi langkah nyata memperkuat pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab,” katanya.

Sementara itu, Senior VP of Business Growth & Partnership Rekosistem, Angga Adhitya Fritz Aradhana menegaskan pentingnya sinergi dalam membangun ekosistem ekonomi sirkular.

“Kemitraan ini membuktikan bahwa pemulihan sampah hanya bisa berjalan jika semua pihak berkontribusi. Kami mendorong kebiasaan #PilahKemasSetor agar pengelolaan sampah, khususnya anorganik, dapat berjalan konsisten dan terukur,” ujarnya.

Ada pula sentuhan seni lokal yang memperkuat kampanye lingkungan. Waste station dilengkapi mural karya seniman Bali, Monez, bergaya Pop-Art berbusana adat Bali. Visual instagramable ini diharapkan mengubah stigma daur ulang dari aktivitas kotor menjadi bagian gaya hidup modern masyarakat Bali.

Model kolaborasi pengelolaan sampah ini sekaligus menegaskan perlunya sinergi sektor transportasi ramah lingkungan, teknologi digital, layanan keuangan, dan kreativitas lokal. Harapannya, waste station dapat diperluas ke berbagai daerah lain menuju masa depan yang lebih bersih, inklusif, dan berkelanjutan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami