Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Jalan di Susut Bangli Jebol, Akses Warga Juuk Bali-Penatahan Ditutup
BERITABALI.COM, BANGLI.
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bangli dalam beberapa hari terakhir memicu terjadinya sejumlah bencana alam. Salah satunya, jebolnya jalan penghubung antara Banjar Juuk Bali dan Banjar Penatahan, Desa Susut, Kecamatan Susut, Bangli.
Amblasnya sebagian badan jalan membuat babinkantibmas dan aparat Desa Susut menutup akses sementara demi keamanan pengguna jalan yang melintas. Kondisi tanah di bawah badan jalan terlihat labil dan rawan longsor.
Kepala Kewilayahan Juuk Bali, I Wayan Yudiana, membenarkan jebolnya akses jalan tersebut saat dikonfirmasi Minggu (21/12/2025).
“Sejatinya jalan ini jebol sejak beberapa pekan lalu, namun tadi sekitar pukul 11.00 WITA tambah parah sehingga menggerus badan jalan,” bebernya.
Ia menjelaskan, jebolnya jalan dipicu naiknya volume air sungai di bawahnya akibat curah hujan tinggi sejak dua hari terakhir. Tanah urug yang labil serta tidak adanya Dinding Penahan Tanah (DPT) di sisi utara turut memperparah kondisi jalan. “Awalnya rumpun bambu yang ambrol, kini malah badan jalan tergerus,” ucapnya lagi.
Demi mencegah kecelakaan, aparat desa menutup akses yang juga menghubungkan sejumlah desa, termasuk jalan pintas menuju Tampaksiring, Gianyar.
“Kemarin dari Dinas PU sudah sempat turun, kita harap jalan ini segera mendapatjan penanganan. Karena jalur ini jalur vital, paling dekat bagi warganya menuju Kota Bangli,” bebernya.
Pantauan di lokasi menunjukkan setengah badan jalan sudah jebol, sementara bagian bawahnya tampak labil dengan lubang besar menganga. Ketebalan aspal semakin menipis sehingga membahayakan pengguna jalan yang melintas.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun