Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
Gilimanuk Mulai Padat, Wisatawan Serbu Bali Jelang Nataru
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Bali kembali menjadi magnet wisatawan domestik menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025. Arus kendaraan yang membawa wisatawan dari Pulau Jawa mulai ramai terlihat memasuki Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, yang menjadi pintu gerbang utama wisatawan jalur darat.
Momentum libur panjang dimanfaatkan wisatawan untuk berlibur bersama keluarga ke sejumlah destinasi favorit di Pulau Dewata. Pantai, wisata alam, hingga tempat rekreasi keluarga terlihat mulai padat dikunjungi.
Salah seorang wisatawan asal Banyuwangi, Nandang, menyebut Bali tetap menjadi tujuan utama liburan keluarganya.
“Kalau libur panjang seperti ini, Bali tetap jadi tujuan utama. Tempat wisatanya lengkap dan cocok buat liburan keluarga,” ujar Nandang, saat diwawancara di pintu masuk Bali Pelabuhan Gilimanuk, Minggu (22/12/2025).
Senada, wisatawan asal Jakarta, Erwin, menyampaikan bahwa ia dan keluarga berencana menghabiskan waktu cukup lama di Bali.
“Kami memang sengaja liburan ke Bali karena waktunya panjang. Rencananya hampir dua minggu di sini supaya bisa keliling beberapa tempat wisata,” kata Erwin.
Para wisatawan menilai suasana liburan akhir tahun di Bali masih nyaman meski jumlah pengunjung mulai meningkat. Mereka menyebut, pilihan destinasi yang beragam menjadi daya tarik yang sulit ditinggalkan.
Dengan meningkatnya kedatangan wisatawan domestik, arus kendaraan di kawasan Pelabuhan Gilimanuk terus mengalir. Ribuan kendaraan pribadi terlihat memasuki Bali melalui jalur penyeberangan dari Pulau Jawa, menandai dimulainya puncak kunjungan wisatawan dalam libur akhir tahun
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun