Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Imigrasi Singaraja Batalkan 13 Paspor Diduga untuk Kerja Ilegal
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja membatalkan 13 permohonan paspor sepanjang tahun 2025. Pembatalan dilakukan setelah petugas menemukan indikasi kuat para pemohon diduga akan bekerja ke luar negeri melalui jalur nonprosedural atau ilegal.
Sepanjang 2025, Imigrasi Singaraja menerbitkan 13.473 paspor. Mayoritas paspor digunakan untuk keperluan wisata dengan total 4.442 dokumen. Disusul paspor untuk bekerja formal sebanyak 3.791, keperluan pendidikan 2.896, tenaga kerja Indonesia (TKI) 1.460, serta sisanya untuk umrah, haji, dan pengobatan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja, Anak Agung Gde Kusuma Putra, mengatakan pihaknya tidak hanya berfokus pada pelayanan penerbitan paspor, tetapi juga melakukan pengawasan ketat terhadap setiap permohonan. Dari hasil pengawasan tersebut, terdapat 13 permohonan paspor yang dinilai berisiko dan akhirnya dibatalkan.
Indikasi tersebut terungkap saat proses wawancara. Sejumlah pemohon tidak mampu menjelaskan tujuan keberangkatan secara jelas, memberikan keterangan yang berubah-ubah, serta tidak melengkapi surat pengantar dari kepala lingkungan. Temuan ini kemudian diperkuat melalui pemeriksaan intelijen keimigrasian.
“Dari wawancara sudah terlihat tidak sinkron. Tujuan tidak jelas dan tidak ada pengantar lingkungan. Setelah didalami oleh intelijen, kuat dugaan akan bekerja secara ilegal di luar negeri,” ujarnya, Rabu (24/12).
Ia menambahkan, pemohon paspor yang ditolak tidak hanya berasal dari Kabupaten Buleleng. Sejumlah pemohon diketahui berasal dari luar Provinsi Bali dan mencoba mengajukan permohonan paspor di Singaraja. Bahkan, terdapat pemohon yang pernah bekerja secara ilegal di luar negeri dan kembali mengajukan paspor baru.
“Sebagian dari Bali, ada juga dari luar provinsi seperti Medan. Riwayatnya pernah mengajukan paspor dengan alasan wisata, namun digunakan untuk bekerja. Karena tidak nyaman, yang bersangkutan pulang dan mencoba mengurus paspor lagi,” jelasnya.
Selain memperketat pengawasan permohonan paspor, Imigrasi Singaraja juga rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat guna mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), khususnya bagi warga Buleleng yang berencana bekerja ke luar negeri.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1945 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1704 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1580 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1520 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun