Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pandawa Festival XIV Angkat Asa Pariwisata di Tengah Tantangan 2025

Jumat, 26 Desember 2025, 16:45 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Pandawa Festival XIV Angkat Asa Pariwisata di Tengah Tantangan 2025.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Untuk kesekian kalinya, perhelatan Pandawa Festival kembali digelar di pesisir Pantai Pandawa. 

Pandawa Festival XIV tahun 2025 ini mengusung tema 'Kejar Mimpi, Raih Kemenangan' dan dibuka secara resmi oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, serta dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster dan jajaran Pemerintah Kabupaten Badung, Kamis (25/12/2025).

Festival yang berlangsung di Pantai Pandawa, Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung ini menjadi ajang promosi pariwisata sekaligus pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor seni budaya dan UMKM. Pandawa Festival XIV juga dirangkai dengan peringatan hari ulang tahun BUMDA Desa Kutuh ke-14 dan akan berlangsung hingga 1 Januari 2026.

Direktur Utama BUMDA Desa Kutuh, Ni Luh Hepi Wiradani, menjelaskan tema festival mencerminkan kondisi pelaku pariwisata yang tengah berjuang menghadapi berbagai tantangan sepanjang 2025, khususnya di Daya Tarik Wisata (DTW) Pantai Pandawa.

“Tema ini kami artikan, bahwa di tahun ini (2025) penuh perjuangan bagi kami insan pariwisata, khususnya di DTW Pantai Pandawa dengan berbagai kegiatan, Pertunjukan drama tari kolosal, Pertunjukan seni budaya setiap hari oleh sekehe seni dan sekolah-sekolah, Seminar, talk show, Gathering travel agent dan Stakeholder terkait, serta penutupan tahun akan diisi, penampilan artis lokal sekaligus memeriahkan ulang tahun Bumda yang ke-11,” ucapnya.

Ia mengungkapkan total anggaran yang dikeluarkan untuk mendukung pelaksanaan festival mencapai Rp2,8 miliar, yang bersumber dari kegiatan yang berjalan serta dukungan sponsor.

“Kegiatan ini diperkirakan akan menelan dana sekitar Rp2,8 miliar. Dana ini kami gali langsung dari kegiatan yang berjalan dan dukungan dari beberapa sponsor,” sebutnya.

Luh Hepi juga mengakui terjadinya penurunan signifikan jumlah kunjungan wisatawan ke Pantai Pandawa sepanjang 2025. Penurunan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kebijakan pemerintah, kondisi politik, hingga isu lingkungan.

“Kebijakan pemerintah, kondisi politik, dan bencana alam, termasuk isu sampah, sangat mempengaruhi tingkat kunjungan pariwisata, khususnya ke DTW Pantai Pandawa yang biasanya dipenuhi oleh 85% wisatawan domestik, di antaranya pengunjung grup study tour, studi tiru, maupun grup-grup korporat. Namun, hingga hari ini kunjungan domestik turun hingga 28%,” ujarnya.

Meski demikian, penurunan kunjungan tersebut disebut mampu diimbangi oleh meningkatnya minat wisatawan mancanegara ke kawasan Timbis dan Tanah Barak.

“Kami bersyukur di Pantai Pandawa ini masih ada titik harapan dengan semakin dikenalnya area Timbis dan Tanah Barak, membuat kunjungan wisatawan mancanegara meningkat hingga 36% dari tahun-tahun sebelumnya. Mereka mayoritas datang dari etnis Cina dan India. Namun, dari segi persentase, tingkat kunjungan ke DTW Pantai Pandawa mengalami penurunan sekitar 19% di tahun 2025 ini,” bebernya.

Dalam upaya menjaga kunjungan wisatawan, promosi terus digencarkan melalui berbagai kanal, baik online maupun offline.

“Kami tidak berdiam diri meratapi penurunan ini. Promosi selalu kami genjot, baik online maupun offline, untuk mengingatkan bahwa DTW Pantai Pandawa selalu ada dan siap untuk menyambut pengunjung yang datang,” sebutnya.

Namun demikian, tantangan lain turut muncul, khususnya terkait kenyamanan pengunjung. Sejumlah keluhan disampaikan melalui media sosial terkait bangunan mangkrak, kondisi sarana prasarana, hingga toilet yang dinilai belum memadai.

“Promosi yang gencar memang benar tetap dapat mendatangkan pengunjung. Namun, setelah sampai di sini, ada beberapa komentar yang disampaikan melalui halaman sosial media kami yang secara terus-menerus menyoroti adanya bangunan yang masih mangkrak dan rusak, masih kurangnya sarana prasarana vital seperti toilet, serta sering tergerusnya pasir di kawasan Pandawa Central. Ini membuat pengunjung sangat kecewa,” paparnya.

Ia pun berharap adanya dukungan lebih besar dari pemerintah daerah untuk pengembangan DTW Pantai Pandawa ke depan.

“Kami selaku pengelola DTW Pantai Pandawa sangat mengharapkan uluran tangan pemerintah untuk pengembangan DTW kami dengan mengaktualisasi masterplan DTW Pantai Pandawa yang sudah ada,” katanya.

Senada dengan itu, Bendesa Adat Desa Kutuh, Jro Nyoman Mesir, juga berharap perhatian pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Bali terhadap pengembangan Pantai Pandawa.

“Harapan kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Badung dan Provinsi Bali, dapat membimbing kami agar selalu berbenah. Kalau kita tidak berbenah, repot. Karena disini kami bikin Pantai Pandawa itu memang hasil kreatif otak-otak pemikiran dari masyarakat kami sendiri”, ucapnya.

Sementara itu, Bupati Badung Adi Arnawa menyampaikan dukungan pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Bali terhadap pengembangan destinasi pariwisata, termasuk Pantai Pandawa yang kini berkembang pesat.

“Selaku pemerintah daerah, mungkin Bapak Gubernur akan mendukung setiap ada pengembangan destinasi-destinasi pariwisata di Bali. Salah satunya Pandawa, tadinya orang memandang sebelah mata tentang Kutuh dan pantai ini. Tapi sekarang Bapak Ibu lihat semua, orang datang setiap hari ribuan orang datang,” paparnya.

Ia juga mengapresiasi konsistensi pengelola Pantai Pandawa dalam menyelenggarakan Pandawa Festival dan menyarankan adanya inovasi serta pembaruan konsep setiap tahun guna menjaga daya tarik festival.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami