Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Kawil di Karangasem Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Faktor Ekonomi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Peristiwa tragis menggegerkan warga Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.
Seorang pria berinisial IWS (44), yang diketahui menjabat sebagai kepala wilayah (kawil), ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di garasi rumahnya, Minggu (28/12/2025) pagi.
Baca juga:
Serati Banten di Sukawati Tewas Gantung Diri
Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, NMYA, sekitar pukul 05.40 WITA. Saat itu, saksi hendak mengambil sepeda motor di garasi rumah setelah keluar kamar untuk ke kamar kecil. Setibanya di lokasi, ia terkejut melihat korban sudah tergantung dengan leher terikat selendang hitam putih atau poleng pada balok kayu garasi.
Mengetahui kejadian tersebut, saksi langsung berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar segera berdatangan dan berusaha menolong korban dengan memutus ikatan selendang. Namun, saat itu korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Rendang sekitar pukul 06.15 WITA. Petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) serta melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP).
Hasil pemeriksaan luar oleh tim medis UPTD Puskesmas Rendang menyebutkan korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua jam sebelum pemeriksaan dilakukan. Pada tubuh korban ditemukan luka jerat di leher, pupil mata melebar maksimal, serta lidah menjulur. Petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.
Di lokasi kejadian, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa selendang poleng yang diduga digunakan untuk gantung diri, pakaian yang dikenakan korban, serta sandal jepit. Seluruh temuan tersebut didata untuk kepentingan penyelidikan.
Dari keterangan sementara para saksi, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya karena faktor ekonomi. Meski demikian, kepolisian masih melakukan pendalaman guna melengkapi administrasi penyelidikan.
"Berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban nekat gantung diri karena motif ekonomi," jelas Kapolsek Rendang, Kompol I Made Berata dikonfirmasi.
Catatan redaksi:
Hidup memang terkadang membuat individu goyah hingga berpikir untuk jalan pintas mengakhiri hidup. Namun percayalah ada jalan keluar yang lebih baik dari kematian.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, silakan menghubungi P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion Tel: 082335555644, XL: 081999162555, IND: 08587536536
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5747 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4589 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2550 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2196 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan