Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Koster Beber Penyebab Penurunan Wisatawan Domestik ke Bali
BERITABALI.COM, BADUNG.
Gubernur Bali Wayan Koster menampik tegas isu penurunan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada akhir tahun 2025. Sebaliknya, ia mengungkapkan justru terjadi peningkatan signifikan kunjungan wisman, sementara wisatawan domestik mengalami penurunan.
Kondisi tersebut disampaikan Gubernur Koster saat memimpin rapat koordinasi dan pengecekan kesiapan pelayanan Bandara I Gusti Ngurah Rai menjelang akhir tahun dan Tahun Baru, Minggu (28/12/2025). Berdasarkan data kedatangan internasional, jumlah kunjungan wisman hingga 26 Desember 2025 mencapai 6,9 juta orang, meningkat sekitar 600 ribu dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 6,3 juta kunjungan.
“Pada tahun 2024 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali itu mencapai 6,3 juta orang. Kemudian pada tahun 2025 sampai tanggal 26 Desember mencapai 6,9 juta orang jadi sudah meningkat 600 ribu sampai dengan tanggal 26 Desember 2025,” jelasnya.
Koster memproyeksikan hingga 31 Desember 2025, jumlah kunjungan wisman akan mencapai 7,05 juta orang. Proyeksi ini didasarkan pada rata-rata kedatangan harian wisatawan mancanegara yang berada di kisaran 23 ribu hingga 24 ribu orang per hari.
“Karena kedatangannya itu rata-rata per hari antara 23,000 sampai 24,000 orang. Perkiraan kami tadi menghitung sampai tanggal 31 Desember, jadi tanggal 27, 28, 29, 30, 31 lagi lima hari itu, kalau kita pakai patokan 24,000 x 5 itu berarti akan ada penambahan lagi 120,000 orang wisatawan mancanegara,” imbuh Koster.
Namun, kondisi berbeda terjadi pada wisatawan domestik. Koster menyebut jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Bali pada 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, jumlah wisatawan domestik mencapai 10,1 juta orang, sedangkan hingga 26 Desember 2025 baru tercatat 9,2 juta orang.
“Ada penurunan kira-kira sampai 31 Desember 2024 mungkin akan menjadi 9,4 juta jadi kira-kira menurun sekitar 600 sampai 700 ribu,” jelas Koster.
Secara total, akumulasi kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik pada 2025 diperkirakan turun sekitar 200 ribu orang secara year on year. Penurunan ini terutama dipicu oleh berkurangnya jumlah wisatawan domestik.
“Kalau di total jumlah wisatawan mancanegara dengan wisatawan nusantara pada tahun 2024 itu mencapai 16,4 juta sampai 26 desember 2025 ini 16,1 juta jadi ada penurunan sekitar 300 ribu tapi ini belum selesai, kira-kira sampai 31 Desember mungkin akan menurun totalnya sekitar 200 ribu,” katanya.
Menurut Koster, penurunan wisatawan domestik erat kaitannya dengan berkurangnya jumlah penerbangan domestik ke Bali. Jumlah maskapai domestik yang melayani penerbangan ke Bali turun dari 13 airline pada 2024 menjadi 11 airline pada 2025. Selain itu, jumlah rute domestik juga menurun dari 25 rute menjadi 23 rute.
“Memang salah satu yang menyebabkan penurunannya adalah karena maskapai Garuda dan Citilink sebagian pesawatnya itu sedang menjalani masa perawatan karena memang sudah jatuh tempo, harus perawatan sehingga penerbangannya ke Bali kurang, akibatnya jumlah pesawat yang ke Bali karena berkurang itu penuh terus,” tegas Gubernur Bali dua periode tersebut.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan penerbangan internasional yang terus meningkat. Pada 2025, Bandara Ngurah Rai melayani 46 airline internasional, naik dari 43 airline pada tahun sebelumnya. Jumlah rute penerbangan internasional juga meningkat dari 40 rute menjadi 44 rute.
Di sisi lain, tingkat hunian hotel menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berada di kisaran 75 hingga 85 persen, sedikit meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun secara kumulatif dari Januari hingga Desember 2025, tingkat hunian hotel justru mengalami penurunan sekitar 4 persen.
“Karena banyak sekarang wisatawan yang menggunakan fasilitas penginapan bukan di hotel yang berbayar pajak tapi menginap di vila, rumah milik pribadi, atau fasilitas lain yang tidak terdaftar sebagai pelaku usaha pariwisata yang membayar pajak, nah inilah salah satu faktor yang membuat tingkat hunian hotel di Bali mengalami penurunan tidak sejalan dengan jumlah wisatawan mancanegara yang justru mengalami peningkatan pada tahun 2025,” jelas Koster.
Selain faktor akomodasi, cuaca juga dinilai memengaruhi aktivitas wisatawan. Curah hujan lebat dan banjir di sejumlah titik di Bali menyebabkan wisatawan lebih banyak beraktivitas di dalam hotel.
“Dari Desember sampai 1 Januari itu kira-kira hujannya kategorinya sedang sampai lebat sehingga banjir di beberapa tempat. Saya kira itu membuat situasi tidak nyaman itulah sebabnya barangkali tingkat huniannya tinggi tapi aktivitas para wisatawan di luar hotel itu tidak seramai tahun lalu karena memang cuacanya sedang tidak baik,” tambah Koster.
Rapat koordinasi tersebut juga membahas peningkatan kualitas pelayanan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Koster menyebut waktu tunggu wisatawan mancanegara di bandara kini jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3734 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1675 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang