Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
14 Ribu Hektare Sawah di Badung Diasuransikan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pemerintah Kabupaten Badung menyalurkan bantuan Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP) bagi petani sebagai langkah menjamin keberlangsungan usaha pertanian jika terjadi gagal panen.
Kebijakan ini menjadi bentuk perlindungan konkret bagi petani di tengah tantangan perubahan iklim dan tekanan alih fungsi lahan.
Pada tahun ini, Pemkab Badung menanggung penuh premi AUTP untuk ribuan hektar lahan sawah. Perlindungan tersebut akan diperluas pada musim tanam tahun 2026 dengan target sebanyak 14.000 hektar lahan sawah masuk dalam skema asuransi.
Selain meringankan beban biaya produksi akibat gagal panen, program AUTP juga diarahkan untuk menekan laju alih fungsi lahan sawah produktif yang masih marak terjadi di Badung, seiring pesatnya perkembangan sektor pariwisata.
Baca juga:
Proteksi Gagal Panen Baru Jangkau 13 Ribu Ha Sawah di Bali, Petani Didorong Ikut Asuransi
"Ya, terus terang kami kan inginkan ada satu keyakinan, kepastian. Petani itu tidak ragu-ragu lagi berpikir, kalau misalnya dia gagal panen dan asuransinya dibantu oleh pemerintah," ujar Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa usai penyerahan bantuan asuransi di Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, belum lama ini.
Tak hanya asuransi, Pemkab Badung juga memberikan berbagai intervensi lain untuk menekan biaya operasional petani. Di antaranya subsidi benih berkualitas, bantuan alat pertanian, serta subsidi pupuk organik. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendorong kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP).
"Kalau semakin banyak biaya operasional daripada petani itu dibantu, diintervensi oleh pemerintah, tentu pendapatannya kan semakin meningkat nanti, karena pengurangan biaya operasional kan sedikit," katanya.
Lebih lanjut, Adi Arnawa menegaskan bahwa program perlindungan sektor pertanian ini juga menjadi strategi penting dalam menjaga Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Badung.
"Saya berharap melalui program ini juga akan mendorong untuk meminimalisir alih fungsi lahan. Kalau bisa sih zerokan, zerokan," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5904 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan