Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




14 Ribu Hektare Sawah di Badung Diasuransikan

Selasa, 30 Desember 2025, 10:51 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok beritabali/14 Ribu Hektare Sawah di Badung Diasuransikan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Pemerintah Kabupaten Badung menyalurkan bantuan Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP) bagi petani sebagai langkah menjamin keberlangsungan usaha pertanian jika terjadi gagal panen. 

Kebijakan ini menjadi bentuk perlindungan konkret bagi petani di tengah tantangan perubahan iklim dan tekanan alih fungsi lahan.

Pada tahun ini, Pemkab Badung menanggung penuh premi AUTP untuk ribuan hektar lahan sawah. Perlindungan tersebut akan diperluas pada musim tanam tahun 2026 dengan target sebanyak 14.000 hektar lahan sawah masuk dalam skema asuransi.

Selain meringankan beban biaya produksi akibat gagal panen, program AUTP juga diarahkan untuk menekan laju alih fungsi lahan sawah produktif yang masih marak terjadi di Badung, seiring pesatnya perkembangan sektor pariwisata.

"Ya, terus terang kami kan inginkan ada satu keyakinan, kepastian. Petani itu tidak ragu-ragu lagi berpikir, kalau misalnya dia gagal panen dan asuransinya dibantu oleh pemerintah," ujar Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa usai penyerahan bantuan asuransi di Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, belum lama ini.

Tak hanya asuransi, Pemkab Badung juga memberikan berbagai intervensi lain untuk menekan biaya operasional petani. Di antaranya subsidi benih berkualitas, bantuan alat pertanian, serta subsidi pupuk organik. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendorong kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP).

"Kalau semakin banyak biaya operasional daripada petani itu dibantu, diintervensi oleh pemerintah, tentu pendapatannya kan semakin meningkat nanti, karena pengurangan biaya operasional kan sedikit," katanya.

Lebih lanjut, Adi Arnawa menegaskan bahwa program perlindungan sektor pertanian ini juga menjadi strategi penting dalam menjaga Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Badung.

"Saya berharap melalui program ini juga akan mendorong untuk meminimalisir alih fungsi lahan. Kalau bisa sih zerokan, zerokan," tutupnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami