Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
14 Ribu Hektare Sawah di Badung Diasuransikan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pemerintah Kabupaten Badung menyalurkan bantuan Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP) bagi petani sebagai langkah menjamin keberlangsungan usaha pertanian jika terjadi gagal panen.
Kebijakan ini menjadi bentuk perlindungan konkret bagi petani di tengah tantangan perubahan iklim dan tekanan alih fungsi lahan.
Pada tahun ini, Pemkab Badung menanggung penuh premi AUTP untuk ribuan hektar lahan sawah. Perlindungan tersebut akan diperluas pada musim tanam tahun 2026 dengan target sebanyak 14.000 hektar lahan sawah masuk dalam skema asuransi.
Selain meringankan beban biaya produksi akibat gagal panen, program AUTP juga diarahkan untuk menekan laju alih fungsi lahan sawah produktif yang masih marak terjadi di Badung, seiring pesatnya perkembangan sektor pariwisata.
Baca juga:
Proteksi Gagal Panen Baru Jangkau 13 Ribu Ha Sawah di Bali, Petani Didorong Ikut Asuransi
"Ya, terus terang kami kan inginkan ada satu keyakinan, kepastian. Petani itu tidak ragu-ragu lagi berpikir, kalau misalnya dia gagal panen dan asuransinya dibantu oleh pemerintah," ujar Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa usai penyerahan bantuan asuransi di Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, belum lama ini.
Tak hanya asuransi, Pemkab Badung juga memberikan berbagai intervensi lain untuk menekan biaya operasional petani. Di antaranya subsidi benih berkualitas, bantuan alat pertanian, serta subsidi pupuk organik. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendorong kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP).
"Kalau semakin banyak biaya operasional daripada petani itu dibantu, diintervensi oleh pemerintah, tentu pendapatannya kan semakin meningkat nanti, karena pengurangan biaya operasional kan sedikit," katanya.
Lebih lanjut, Adi Arnawa menegaskan bahwa program perlindungan sektor pertanian ini juga menjadi strategi penting dalam menjaga Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Badung.
"Saya berharap melalui program ini juga akan mendorong untuk meminimalisir alih fungsi lahan. Kalau bisa sih zerokan, zerokan," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2786 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2027 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1967 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1800 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun