Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Wanita asal Gitgit Tewas Ulah Pati Terjun ke Jurang Pegayaman

Kamis, 22 Januari 2026, 09:08 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Wanita asal Gitgit Tewas Ulah Pati Terjun ke Jurang Pegayaman.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Aksi bunuh diri atau ulah pati kembali terjadi di Kabupaten Buleleng, Bali. Peristiwa tragis ini menimpa seorang wanita berinisial Komang R (40), warga Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada.

Korban diduga nekat melompat ke jurang yang berada di wilayah Banjar Dinas Kubu, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Kejadian ini baru terungkap setelah jenazah korban berhasil ditemukan keluarga dan warga sekitar.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengatakan korban ditemukan pada Rabu (21/1). Sebelumnya, Komang R diketahui pergi dari rumah dan tidak kunjung pulang selama dua hari.

Kecurigaan warga muncul setelah melihat sepeda motor Honda Supra Fit terparkir di jalan setapak dekat jurang. Di lokasi tersebut juga ditemukan sepasang sandal. Temuan itu kemudian disebarkan melalui sejumlah grup WhatsApp hingga akhirnya diketahui oleh pihak keluarga.

"Pengecekan langsung dilakukan oleh keluarga korban, bersama aparat desa, warga, dan Bhabinkamtibmas. Hingga akhirnya korban berhasil ditemukan di dasar jurang, dengan kondisi telah meninggal dunia," terang Iptu Yohana.

Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di atas tumpukan ranting bambu. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos warna putih, jaket warna hijau, serta celana panjang motif kotak-kotak. Proses evakuasi dilakukan secara gotong royong oleh petugas bersama warga dengan kondisi medan yang cukup terjal.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis oleh petugas Puskesmas II Sukasada, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan berat pada tubuh korban. "Dugaan sementara korban meninggal karena bunuh diri. Sementara untuk motifnya, masih diselidiki. Pihak keluarga belum bisa dimintai keterangan karena masih syok," terangnya.

Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi mental anggota keluarga maupun lingkungan sekitar, serta tidak ragu mencari bantuan jika mengalami tekanan psikologis.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami