Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Pemuda Nyaris Bunuh Diri di Jembatan Sambangan Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seorang pemuda berinisial KBD (22) nyaris melakukan aksi bunuh diri di Jembatan Sangket-Sambangan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, pada Selasa (27/1) dini hari. Beruntung, aksi tersebut berhasil digagalkan oleh sejumlah pemuda yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.
Dalam sebuah video yang beredar di aplikasi WhatsApp, KBD terlihat berdiri di atas tiang jembatan. Sementara itu, sepeda motor miliknya tampak terparkir di pinggir jembatan.
Melihat kondisi tersebut, sejumlah pemuda langsung mendekati KBD dan menariknya turun dari tiang jembatan. "Kenapa? Ada masalah apa bli?" tanya salah seorang pemuda kepada KBD.
Dalam video berdurasi sekitar 40 detik itu, KBD mengaku tidak sanggup menjalani hidup. "Tiang sing kuat hidup bli," ucap KBD sambil menangis.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengatakan setelah menerima informasi adanya percobaan bunuh diri, sejumlah personel Polsek Sukasada langsung dikerahkan menuju tempat kejadian perkara. KBD diketahui tinggal di salah satu perumahan di wilayah Banjar Dinas Babakan, Desa Sambangan.
“Personel piket Polsek Sukasada langsung menuju lokasi. Setibanya di TKP, yang bersangkutan (KBD) ditemukan dalam kondisi emosional," katanya.
Iptu Yohana menjelaskan, petugas sempat melakukan pendekatan persuasif dan mengajak KBD berkomunikasi untuk mengetahui permasalahan yang dihadapinya. Namun, yang bersangkutan enggan memberikan keterangan dan hanya menyebutkan alamat tempat tinggalnya.
“Upaya pendekatan secara humanis dilakukan selama kurang lebih 40 menit. Karena kondisi yang bersangkutan tidak kunjung stabil dan demi mencegah hal yang membahayakan, petugas kemudian mengambil langkah tegas dengan mengantarnya pulang ke rumah,” jelasnya.
Baca juga:
Ibu Satu Anak Nyaris Bunuh Diri
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, KBD diketahui diasuh oleh pamannya sejak masih bayi. Hal tersebut dilakukan karena kedua orangtua kandungnya telah lama meninggal dunia.
“Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi KBD. Polisi telah memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut serta mengimbau agar keluarga lebih meningkatkan pengawasan dan memberikan pendampingan psikologis,” tandas Iptu Yohana.
Catatan redaksi:
Hidup memang terkadang membuat individu goyah hingga berpikir untuk jalan pintas mengakhiri hidup. Namun percayalah ada jalan keluar yang lebih baik dari kematian.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, silakan menghubungi P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion Tel: 082335555644, XL: 081999162555, IND: 08587536536
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun