Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 25 September 2026
Pedagang Lantai 2 Sukawati Bertahan Lewat TikTok
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Lorong-lorong di lantai 2 Pasar Seni Sukawati, Gianyar, kini tidak lagi dipenuhi hiruk-pikuk tawar-menawar wisatawan. Suasana yang semakin lengang membuat para pedagang harus memutar strategi agar tetap bertahan di tengah perubahan pola belanja masyarakat.
Mengandalkan kunjungan langsung pembeli dinilai tak lagi cukup. Sejumlah pedagang pun mulai melirik dunia digital sebagai jalan baru untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Salah satunya Ni Komang Pudak Ningsi, yang akrab disapa Mamak Pudak. Pemilik Kumpul Store di lantai 2 Pasar Seni Sukawati ini memilih beradaptasi dengan aktif melakukan siaran langsung atau live di aplikasi TikTok bersama anaknya setiap hari.
Langkah tersebut dilakukan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa lantai 2 Pasar Seni Sukawati masih memiliki beragam koleksi kain dan busana khas Bali yang layak dilirik. Ia menilai, perubahan perilaku konsumen menuntut pedagang untuk lebih aktif dan kreatif.
"Kalau andalkan diam saja seperti dulu, tidak ada pembeli yang datang," ujar Mamak Pudak saat ditemui di sela kesibukannya menyiapkan konten.
Ia mengungkapkan, kunjungan wisatawan domestik biasanya hanya meningkat pada momen tertentu seperti libur Natal dan Tahun Baru. Di luar itu, kondisi pasar kembali sepi. "Malah lebih sepi dari sebelumnya," ungkapnya prihatin.
Upaya beralih ke promosi digital perlahan menunjukkan hasil. Melalui siaran langsung, Mamak Pudak berhasil menarik perhatian pembeli, baik yang datang langsung ke toko maupun yang memesan secara daring. Pesanan bahkan datang dari luar Bali hingga pasar internasional.
Dikatakan bahwa, jangkauan pasar dari live itu menjangkau wilayah Sulawesi, Timor Leste, dan berbagai daerah di Indonesia. Pudak menyadari bahwa sejak relokasi pasar, ketergantungan pada pembeli yang datang langsung menjadi sangat berisiko.
Baca juga:
Jokowi Tiba di Bali Resmikan Pasar Seni Sukawati, Reshuffle Kabinet Tidak Jadi di Rabu Pon
Selain itu, ia juga kerap menghadapi kendala teknis di lapangan, seperti contoh dagangan yang dipinjam namun tidak kembali. Kondisi tersebut semakin menguatkan keputusannya untuk memfokuskan pengembangan usaha melalui kanal online.
Sepinya pengunjung di lantai 2 dan 3 Pasar Seni Sukawati menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan pasar seni legendaris ini. Tanpa inovasi promosi dari para pedagang maupun penataan ulang dari pihak terkait, pedagang di lantai atas berpotensi semakin terpinggirkan.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, semangat pedagang untuk bertahan tidak padam. Di tengah lesunya aktivitas fisik pasar, ruang digital menjadi peluang baru yang membuka harapan bagi keberlanjutan usaha mereka.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8376 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5790 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3623 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2450 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar