Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
BUMDes Karangasem Raup Omzet Rp67 Miliar di Tengah Pemangkasan Dana Desa
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pemangkasan Dana Desa dari pemerintah pusat tidak serta-merta melemahkan roda perekonomian desa di Kabupaten Karangasem. Di tengah keterbatasan fiskal, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) justru tampil sebagai penopang utama aktivitas ekonomi desa.
Hingga awal 2026, total omzet BUMDes di Karangasem tercatat mencapai Rp67 miliar. Dari angka tersebut, laba bersih yang dihasilkan sekitar Rp21 miliar, dengan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD) lebih dari Rp6 miliar. Capaian ini menunjukkan potensi desa mampu dikelola secara mandiri melalui pengembangan usaha berbasis lokal yang profesional.
Data tersebut terungkap dalam Workshop Forum BUMDes Karangasem yang digelar di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Senin (2/2). Kegiatan ini diikuti 75 ketua BUMDes dari delapan kecamatan serta dihadiri Forum Perbekel Karangasem.
Ketua Pelaksana Workshop, I Wayan Suara, menegaskan pentingnya penguatan tata kelola BUMDes agar mampu beradaptasi dengan tantangan ekonomi desa ke depan.
“BUMDes tidak bisa lagi dikelola secara biasa. Harus ada perencanaan matang, manajemen sehat, dan tetap taat regulasi agar mampu menjawab tantangan ekonomi desa saat dana transfer berkurang,” ujarnya.
Ketua Forum BUMDes Karangasem, I Wayan Redana, menyampaikan bahwa dari total 75 BUMDes yang ada, sebanyak 70 di antaranya telah berbadan hukum, sementara lima lainnya masih dalam proses pengurusan legalitas.
Ia menekankan, aspek legal menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan usaha BUMDes.
“Di saat Dana Desa berkurang, BUMDes justru menunjukkan tren peningkatan kinerja. Omzet Rp67 miliar dan laba Rp21 miliar bukan angka kecil. Ini bukti BUMDes menjadi solusi konkret bagi ekonomi desa,” tegas Redana.
Menurutnya, pengembangan BUMDes juga sejalan dengan strategi pembangunan daerah yang tidak semata bertumpu pada sektor pariwisata, melainkan turut menguatkan sektor lain seperti pengelolaan air dan layanan ekonomi berbasis kebutuhan masyarakat desa.
Ketua Forum Perbekel Karangasem, I Gede Partadana, menilai keberadaan BUMDes kini semakin strategis sebagai mitra pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan warga.
“BUMDes membuka lapangan kerja, mengelola potensi desa, dan hasilnya langsung dirasakan masyarakat. Ini sangat membantu desa di tengah keterbatasan anggaran,” katanya.
Dukungan terhadap penguatan BUMDes juga disampaikan Bupati Karangasem yang diwakili Staf Ahli Bupati, Arta Sedana. Ia menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi desa melalui pengelolaan usaha yang profesional dan berkelanjutan.
“BUMDes tidak boleh hanya bergantung pada dana transfer. Harus mampu menggali pendapatan desa secara mandiri dan berkelanjutan. Karena itu, legalitas dan kehati-hatian pengelolaan keuangan sangat penting,” tegasnya.
Workshop Forum BUMDes Karangasem ini turut dihadiri Kasi Intel Kejaksaan Negeri Karangasem Fersy Arya, Anggota DPRD Karangasem I Komang Sudanta, serta Tim Ahli Bupati Karangasem I Nyoman Celos. Seluruh pihak sepakat bahwa di tengah pemangkasan Dana Desa, penguatan BUMDes menjadi kunci menjaga denyut ekonomi desa tetap hidup.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3775 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1716 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang