Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Denpasar Dorong Pupuk Organik Nano di Subak Sembung
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Kota Denpasar terus mendorong penerapan pertanian ramah lingkungan melalui pemanfaatan inovasi teknologi.
Salah satu upaya tersebut dilakukan lewat kegiatan sosialisasi penggunaan pupuk organik berbasis teknologi nano yang digelar Dinas Pertanian Kota Denpasar di Subak Sembung, Denpasar Utara, Kamis (5/2).
Kegiatan sosialisasi ini melibatkan perwakilan petani atau pekaseh se-Kota Denpasar, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta unsur pemerintah provinsi dan pusat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat pemahaman petani terhadap teknologi pertanian modern yang berkelanjutan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ir. A.A. Gde Bayu Brahmasta, M.MA., bersama perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), serta para PPL yang selama ini berperan sebagai pendamping petani di lapangan.
Chief Marketing Officer (CMO) Wikinara, Firman Apandi, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan mengenalkan pupuk organik berteknologi nano sebagai inovasi baru dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Teknologi nano dinilai mampu meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara oleh tanaman, sehingga penggunaan pupuk dapat ditekan dan hasil panen lebih optimal.
Kerja sama tersebut rencananya akan diimplementasikan melalui demonstration plot (demplot) di tujuh subak dengan luasan masing-masing sekitar 10 are. “Kami berharap dukungan dari Dinas Pertanian Kota Denpasar, sehingga tujuan penerapan teknologi nano ini dapat meningkatkan hasil panen secara signifikan,” ungkap Firman Apandi.
Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ir. A.A. Gde Bayu Brahmasta, M.MA., menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bagian dari transformasi pertanian menuju sistem yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. “Harapannya, selain meningkatkan efisiensi pemupukan, penggunaan pupuk organik juga mampu memperbaiki struktur dan kesuburan tanah dalam jangka panjang,” ujarnya.
Antusiasme ditunjukkan para petani Subak Sembung yang mengikuti sosialisasi ini. Mereka menilai kegiatan tersebut memberikan wawasan baru terkait teknologi pertanian modern yang dapat diterapkan langsung di lahan sawah. Dengan peran aktif PPL, petani diharapkan mampu memahami cara penggunaan pupuk organik nano secara tepat serta mengadopsinya secara bertahap dalam kegiatan budidaya.
“Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani semakin kuat dalam mendorong inovasi pertanian, meningkatkan hasil produksi, serta mendukung ketahanan pangan daerah,” pungkas Bayu Brahmasta.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 519 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 404 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 398 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik