Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Rumah Sakit Tipe D Direncanakan Dibangun di Buleleng Timur
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemerintah Kabupaten Buleleng merencanakan pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe D di wilayah Buleleng Timur. Fasilitas layanan kesehatan tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun 2027.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra pada Senin (9/2) menjelaskan bahwa rencana pembangunan rumah sakit tersebut kini telah memasuki tahap perencanaan. Bahkan, Detail Engineering Design (DED) pembangunan RS Tipe D itu sudah disiapkan.
Lokasi pembangunan rumah sakit diproyeksikan berada di wilayah Desa Pacung, Kecamatan Tejakula. Untuk pendanaan, Pemkab Buleleng berharap mendapatkan dukungan melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Bali.
“DED sudah selesai. Untuk pembangunan nanti kita rencanakan lewat BKK provinsi,” kata Sutjidra.
Terkait kebutuhan anggaran, Pemkab Buleleng masih menunggu perhitungan detail sesuai kondisi di lapangan. Namun, dengan kapasitas sekitar 50 tempat tidur, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan berkisar antara Rp 50 miliar hingga Rp 75 miliar.
Perhitungan tersebut mengacu pada pembangunan RS Pratama Tangguwisia Seririt yang dilakukan sekitar 10 tahun lalu. Menurut Sutjidra, adanya penyesuaian harga membuat kebutuhan anggaran pembangunan rumah sakit saat ini menjadi lebih besar.
Selain pembangunan gedung, sarana dan prasarana termasuk alat kesehatan akan disesuaikan dengan standar rumah sakit tipe D. Kelas pelayanan yang dirancang setara dengan RS Pratama Tangguwisia Seririt maupun RS Girimas Sawan.
Pembangunan rumah sakit di kawasan timur Buleleng ini menjadi prioritas utama. Pasalnya, masyarakat di wilayah tersebut masih harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan.
“Wilayah timur kita dahulukan karena akses masyarakat lebih jauh. Kalau di barat sudah ada RS Tangguwisia dan dua puskesmas perawatan,” jelasnya.
Dari sisi tenaga kesehatan, Pemkab Buleleng menyiapkan skema penyesuaian. Sebagian tenaga medis direncanakan dipindahkan dari puskesmas yang beban kerjanya berkurang, serta ditambah melalui rekrutmen baru.
“Yang penting dokter tersedia. Perawat dan tenaga lain relatif cukup, apalagi ada PPPK yang bisa direlokasi,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3730 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1673 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang