Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Lima WNA Bangladesh Disekap di Vila Pemuteran

Minggu, 22 Februari 2026, 13:56 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/Lima WNA Bangladesh Disekap di Vila Pemuteran.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Lima orang Warga Negara Asing (WNA) asal Bangladesh, disekap di sebuah vila wilayah Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. 

Kasus ini berhasil  terkuak setelah salah satu korban berhasil melarikan diri ke Komando Pendidikan dan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Rindam IX/Udayana, di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak. 

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz menyebut, kelima korban masing-masing bernama Abdul Hossain (24), Din (37), Abdul Rahman (29), Shamim Miah (33), serta Mohammad Sana Ullah (41). Mereka disekap oleh Nuruzzaman alias Rajib (25) yang juga merupakan warga asal Bangladesh. 

Ke lima korban mulanya diiming-imingi oleh pelaku untuk bekerja di Australia. Namun sebelum ke Australia, pelaku meminta para korban untuk datang ke Bali. Tergiur dengan tawaran tersebut, lima korban lantas berangkat ke Bali, dan tiba pada Senin (19/1).

 Kemudian pada Senin (16/2), pelaku membawa kelima korban ke sebuah vila di wilayah Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Disana, pelaku menyekap lima korban dengan menggunakan lakban, serta mengikat tubuh mereka menggunakan tali. Bahkan, pelaku juga mengancam kelima korban dengan menggunakan pisau. 

Uniknya, kasus penyekapan ini tak diketahui oleh karyawan vila. Hingga salah satu korban berhasil melarikan diri, dengan berlari menuju Dodiklatpur Rindam IX/Udayana. "Pihak Dodiklatpur kemudian mengkoordinasikan kejadian ini ke Polsek Gerokgak, dan diteruskan ke Polres Buleleng," jelas Iptu Yohana. 

Terpisah, Kanit III Satreskrim Polres Buleleng, IPDA I Ketut Yulio Saputra menegaskan, kelima korban hanya disekap selama satu hari di dalam villa tersebut. Para korban pun kini telah berhasil diselamatkan. 

"Disekap sehari, tapi mereka sudah ada di Bali sejak Januari. Kasusnya masih kami didalami," singkatnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami