Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
De Gadjah Sebut Ada Misinformasi, Pengkritik MBG Bukan Bendesa Tapi Staf Ahli DPR RI dari PDIP asal Peminge
bbn/dok beritabali/De Gadjah Sebut Ada Misinformasi, Pengkritik MBG Bukan Bendesa Tapi Staf Ahli DPR RI dari PDIP asal Peminge.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya mengklarifikasi terkait misinformasi pemberitaan yang menyebut Bendesa Adat Peminge mengkritik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui ilustrasi bertuliskan “Maling Berkedok Gizi” yang beredar di media sosial.
Namun setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, kritik tersebut diketahui bukan berasal dari Bendesa Adat Peminge, melainkan dari oknum staf ahli DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yakni I Wayan Repiyasa yang berasal dari Desa Peminge, Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
Baca juga:
MBG Serap Ribuan Tenaga Kerja di Bali, De Gadjah Pertanyakan Kritik Oknum Staf Ahli DPR RI dari PDIP
Pria yang akrab disapa De Gadjah itu juga menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan penyebutan jabatan dalam informasi yang beredar sebelumnya. Ia menegaskan tidak ada maksud atau kepentingan tertentu dalam penyampaian klarifikasi tersebut.
Meski demikian, De Gadjah menilai setiap pihak diperbolehkan menyampaikan kritik terhadap program pemerintah selama tetap memperhatikan etika jabatan serta disampaikan secara konstruktif.
"Meski boleh mengkritik, oknum staf ahli DPR RI perlu memperhatikan beberapa hal," tegas De Gadjah.
Ia menekankan bahwa kritik yang disampaikan seharusnya tidak mengandung unsur fitnah maupun hoaks, serta memiliki tujuan untuk memperbaiki pelaksanaan program pemerintah. "Kritik tidak mengandung fitnah atau hoaks," ujarnya.Selain itu, ia juga mempertanyakan relevansi kritik tersebut dengan posisi yang bersangkutan sebagai staf ahli DPR RI dari PDIP.
"Apa relevansinya kritik dengan jabatannya sebagai staf ahli DPR RI," tanya De Gadjah.
Lebih lanjut, De Gadjah juga menyoroti kemungkinan adanya gerakan yang berupaya memperkeruh situasi melalui penyebaran konten di media sosial.
Baca juga:
Gerindra Bali Bersih-bersih Pantai Legian, De Gadjah: Sampah Tahunan, Harusnya Sudah Ada Solusi
"Ini artinya ada gerakan serempak yang memperkeruh situasi karena saat itu kami melihat juga di medsos," ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Gerindra Bali
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2505 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun