Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
De Gadjah Sebut Ada Misinformasi, Pengkritik MBG Bukan Bendesa Tapi Staf Ahli DPR RI dari PDIP asal Peminge
bbn/dok beritabali/De Gadjah Sebut Ada Misinformasi, Pengkritik MBG Bukan Bendesa Tapi Staf Ahli DPR RI dari PDIP asal Peminge.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya mengklarifikasi terkait misinformasi pemberitaan yang menyebut Bendesa Adat Peminge mengkritik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui ilustrasi bertuliskan “Maling Berkedok Gizi” yang beredar di media sosial.
Namun setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, kritik tersebut diketahui bukan berasal dari Bendesa Adat Peminge, melainkan dari oknum staf ahli DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yakni I Wayan Repiyasa yang berasal dari Desa Peminge, Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
Baca juga:
MBG Serap Ribuan Tenaga Kerja di Bali, De Gadjah Pertanyakan Kritik Oknum Staf Ahli DPR RI dari PDIP
Pria yang akrab disapa De Gadjah itu juga menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan penyebutan jabatan dalam informasi yang beredar sebelumnya. Ia menegaskan tidak ada maksud atau kepentingan tertentu dalam penyampaian klarifikasi tersebut.
Meski demikian, De Gadjah menilai setiap pihak diperbolehkan menyampaikan kritik terhadap program pemerintah selama tetap memperhatikan etika jabatan serta disampaikan secara konstruktif.
"Meski boleh mengkritik, oknum staf ahli DPR RI perlu memperhatikan beberapa hal," tegas De Gadjah.
Ia menekankan bahwa kritik yang disampaikan seharusnya tidak mengandung unsur fitnah maupun hoaks, serta memiliki tujuan untuk memperbaiki pelaksanaan program pemerintah. "Kritik tidak mengandung fitnah atau hoaks," ujarnya.Selain itu, ia juga mempertanyakan relevansi kritik tersebut dengan posisi yang bersangkutan sebagai staf ahli DPR RI dari PDIP.
"Apa relevansinya kritik dengan jabatannya sebagai staf ahli DPR RI," tanya De Gadjah.
Lebih lanjut, De Gadjah juga menyoroti kemungkinan adanya gerakan yang berupaya memperkeruh situasi melalui penyebaran konten di media sosial.
Baca juga:
Gerindra Bali Bersih-bersih Pantai Legian, De Gadjah: Sampah Tahunan, Harusnya Sudah Ada Solusi
"Ini artinya ada gerakan serempak yang memperkeruh situasi karena saat itu kami melihat juga di medsos," ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Gerindra Bali
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan