Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Omed-omedan 2026 di Sesetan Angkat Tema Toya Prakerti
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tradisi Sesetan Heritage Omed-omedan Festival (SHOF) 2026 dengan tema “Toya Prakerti” digelar Sekaa Teruna Teruni (STT) Satya Dharma Kerti, Banjar Kaja Sesetan saat Ngembak Geni, Jumat (20/3).
Kegiatan yang menjadi wadah kreativitas seni masyarakat ini resmi dibuka Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dengan pemotongan pita dan pemukulan tawa-tawa di Jalan Sesetan, tepatnya di depan Banjar Kaja Sesetan, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Bali Ni Wayan Sari Galung, serta Anggota DPRD Kota Denpasar Luh Putu Mamas Lestari dan Putu Melati Purbaningrat Yo.
Wawali Arya Wibawa mengapresiasi konsistensi STT Satya Dharma Kerti dalam merawat tradisi ini sebagai media pelestarian budaya dan kesenian. Ia juga mendorong generasi muda untuk terus berinovasi agar tradisi tetap relevan di masa depan.
"SHOF ini adalah sebuah bukti bahwa anak-anak muda kita mencintai tradisi, serta warisan budaya, terutama yang ada di Sesetan ini," ungkap Arya Wibawa.
Sementara itu, Ketua Panitia SHOF 2026, Kadek Dhivanny menjelaskan rangkaian kegiatan tahun ini diisi dengan berbagai perlombaan kesenian, seperti lomba pembuatan tapel ogoh-ogoh dan lomba sketsa ogoh-ogoh.
Selain itu, panitia juga menggandeng 68 UMKM lokal untuk mengisi stan dengan berbagai produk kerajinan dan kuliner. "Ini adalah penyelenggaraan SHOF yang ke-18 kali. Kami berterimakasih kepada pihak Pemerintah Kota Denpasar yang terus memberikan dukungan kepada kami dalam pelaksanaan acara ini," ucapnya.
Lebih lanjut, tema Toya Prakerti yang diusung tahun ini mengandung makna filosofi mendalam, yakni memuliakan air sebagai sumber kehidupan, budaya, dan alam.
"Kami ingin menanamkan kepada seluruh pihak, terutama generasi muda bahwa alam, terutama air sebagai sumber kehidupan, serta budaya adalah harta yang tak ternilai harganya. Kelak ini akan terus dinikmati oleh para penerus kita di masa depan," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli