Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Kasus DBD Naik di Buleleng, Dinkes Temukan sejumlah Titik Jentik
BERITABALI.COM, BULELENG.
Peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Buleleng mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Hasil penyelidikan epidemiologi menemukan sejumlah titik perkembangbiakan jentik nyamuk di sekitar lokasi kasus.
Kepala Dinkes Buleleng, Sucipto, pada Selasa (14/4) mengatakan tim penyelidik epidemiologi (PE) langsung turun ke lapangan begitu laporan kasus diterima untuk melakukan penelusuran lebih lanjut.
“Begitu kami terima laporan, langsung kami lakukan PE. Dari hasil pemeriksaan ditemukan sejumlah titik jentik,” ujar Sucipto.
Temuan ini memperkuat indikasi adanya transmisi lokal, khususnya di kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi. Petugas pun melakukan penyisiran ke rumah-rumah warga guna mengidentifikasi potensi sumber penularan.
Sebagai langkah cepat, pengendalian darurat dilakukan melalui fogging selektif. Namun demikian, Dinkes menegaskan bahwa fogging bukan solusi utama dalam memutus rantai penyebaran DBD.
“Yang paling penting tetap pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Fogging tidak menjamin memutus siklus penularan, hanya membasmi nyamuk dewasa, potensi jentik masih ada, belum lagi adanya pencemaran udara,” tegasnya.
Sucipto juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, genangan air dan tumpukan sampah yang tidak dikelola dengan baik menjadi tempat ideal bagi nyamuk berkembang biak.
“Lingkungan padat dan banyak tempat genangan air yang tidak dibersihkan bisa menjadi sarang jentik. Ini yang harus diwaspadai,” katanya.
Hingga 9 April 2026, Dinkes Buleleng mencatat sebanyak 109 kasus DBD sejak awal tahun. Kecamatan Gerokgak menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, disusul Kecamatan Buleleng, Kubutambahan, Tejakula, dan Sukasada. Sementara empat kecamatan lainnya masih belum ditemukan kasus.
Dinkes juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap gejala awal DBD. Jika mengalami demam tinggi lebih dari tiga hari, disertai bintik merah, mual, muntah, atau mimisan, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Selain itu, seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan diminta aktif melaporkan setiap kasus yang ditemukan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat oleh tim surveilans.
“Kalau laporan cepat, penanganan juga bisa cepat. Ini kunci untuk mencegah kasus meluas,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2232 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2010 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1926 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1785 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun