Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kasus DBD Naik di Buleleng, Dinkes Temukan sejumlah Titik Jentik

Selasa, 14 April 2026, 14:19 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Kasus DBD Naik di Buleleng, Dinkes Temukan sejumlah Titik Jentik.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Buleleng mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Hasil penyelidikan epidemiologi menemukan sejumlah titik perkembangbiakan jentik nyamuk di sekitar lokasi kasus.

Kepala Dinkes Buleleng, Sucipto, pada Selasa (14/4) mengatakan tim penyelidik epidemiologi (PE) langsung turun ke lapangan begitu laporan kasus diterima untuk melakukan penelusuran lebih lanjut.

“Begitu kami terima laporan, langsung kami lakukan PE. Dari hasil pemeriksaan ditemukan sejumlah titik jentik,” ujar Sucipto.

Temuan ini memperkuat indikasi adanya transmisi lokal, khususnya di kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi. Petugas pun melakukan penyisiran ke rumah-rumah warga guna mengidentifikasi potensi sumber penularan.

Sebagai langkah cepat, pengendalian darurat dilakukan melalui fogging selektif. Namun demikian, Dinkes menegaskan bahwa fogging bukan solusi utama dalam memutus rantai penyebaran DBD.

“Yang paling penting tetap pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Fogging tidak menjamin memutus siklus penularan, hanya membasmi nyamuk dewasa, potensi jentik masih ada, belum lagi adanya pencemaran udara,” tegasnya.

Sucipto juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, genangan air dan tumpukan sampah yang tidak dikelola dengan baik menjadi tempat ideal bagi nyamuk berkembang biak.

“Lingkungan padat dan banyak tempat genangan air yang tidak dibersihkan bisa menjadi sarang jentik. Ini yang harus diwaspadai,” katanya.

Hingga 9 April 2026, Dinkes Buleleng mencatat sebanyak 109 kasus DBD sejak awal tahun. Kecamatan Gerokgak menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, disusul Kecamatan Buleleng, Kubutambahan, Tejakula, dan Sukasada. Sementara empat kecamatan lainnya masih belum ditemukan kasus.

Dinkes juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap gejala awal DBD. Jika mengalami demam tinggi lebih dari tiga hari, disertai bintik merah, mual, muntah, atau mimisan, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Selain itu, seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan diminta aktif melaporkan setiap kasus yang ditemukan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat oleh tim surveilans.

“Kalau laporan cepat, penanganan juga bisa cepat. Ini kunci untuk mencegah kasus meluas,” tutupnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Diskominfo Buleleng



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami