Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Kasus DBD Naik di Buleleng, Dinkes Temukan sejumlah Titik Jentik
BERITABALI.COM, BULELENG.
Peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Buleleng mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Hasil penyelidikan epidemiologi menemukan sejumlah titik perkembangbiakan jentik nyamuk di sekitar lokasi kasus.
Kepala Dinkes Buleleng, Sucipto, pada Selasa (14/4) mengatakan tim penyelidik epidemiologi (PE) langsung turun ke lapangan begitu laporan kasus diterima untuk melakukan penelusuran lebih lanjut.
“Begitu kami terima laporan, langsung kami lakukan PE. Dari hasil pemeriksaan ditemukan sejumlah titik jentik,” ujar Sucipto.
Temuan ini memperkuat indikasi adanya transmisi lokal, khususnya di kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi. Petugas pun melakukan penyisiran ke rumah-rumah warga guna mengidentifikasi potensi sumber penularan.
Sebagai langkah cepat, pengendalian darurat dilakukan melalui fogging selektif. Namun demikian, Dinkes menegaskan bahwa fogging bukan solusi utama dalam memutus rantai penyebaran DBD.
“Yang paling penting tetap pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Fogging tidak menjamin memutus siklus penularan, hanya membasmi nyamuk dewasa, potensi jentik masih ada, belum lagi adanya pencemaran udara,” tegasnya.
Sucipto juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, genangan air dan tumpukan sampah yang tidak dikelola dengan baik menjadi tempat ideal bagi nyamuk berkembang biak.
“Lingkungan padat dan banyak tempat genangan air yang tidak dibersihkan bisa menjadi sarang jentik. Ini yang harus diwaspadai,” katanya.
Hingga 9 April 2026, Dinkes Buleleng mencatat sebanyak 109 kasus DBD sejak awal tahun. Kecamatan Gerokgak menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, disusul Kecamatan Buleleng, Kubutambahan, Tejakula, dan Sukasada. Sementara empat kecamatan lainnya masih belum ditemukan kasus.
Dinkes juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap gejala awal DBD. Jika mengalami demam tinggi lebih dari tiga hari, disertai bintik merah, mual, muntah, atau mimisan, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Selain itu, seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan diminta aktif melaporkan setiap kasus yang ditemukan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat oleh tim surveilans.
“Kalau laporan cepat, penanganan juga bisa cepat. Ini kunci untuk mencegah kasus meluas,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3306 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 779 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 717 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman