Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ribuan Warga Ikut Fun Run BPJS di Buleleng, Dirut Tekankan Pola Hidup Sehat

Minggu, 24 Mei 2026, 11:19 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok BPJS Kesehatan/Ribuan Warga Ikut Fun Run BPJS di Buleleng, Dirut Tekankan Pola Hidup Sehat.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Ribuan masyarakat memadati Lapangan Sepak Bola Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Buleleng, Minggu (24/5), dalam kegiatan BPJS Kesehatan Fun Run 2026. Kegiatan ini menjadi ajang kampanye hidup sehat yang digelar BPJS Kesehatan bersama Universitas Pendidikan Ganesha dan Komunitas Lari Early Miles.

Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari. Selain mengikuti lari santai 5 kilometer, masyarakat juga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan, skrining kesehatan, edukasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), hingga berbagai aktivitas interaktif yang disediakan panitia.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah mendorong masyarakat menjalani pola hidup sehat melalui aktivitas fisik.

“Menjaga kesehatan dapat dimulai dari langkah sederhana, salah satunya dengan rutin melakukan aktivitas fisik seperti olahraga lari,” ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito.

Menurutnya, olahraga memiliki manfaat besar untuk menjaga kesehatan jantung, mengontrol kadar gula darah, serta mengurangi risiko penyakit kronis seperti Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi (HT). Ia menilai penyakit kronis kini tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut, namun juga mulai banyak dialami generasi muda dan usia produktif.

“Penyakit kronis saat ini bukan lagi hanya dialami usia lanjut, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada usia muda dan produktif. Karena itu, kami terus mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik rutin, menjaga pola makan, menjaga Kesehatan mental serta melakukan skrining kesehatan sejak dini,” ujar Pujo.

BPJS Kesehatan mencatat tren peningkatan kasus Diabetes Melitus dan hipertensi dalam beberapa tahun terakhir. Pada periode 2021 hingga 2025, jumlah peserta JKN yang terdiagnosis Diabetes Melitus meningkat dari 240 ribu kasus menjadi lebih dari 401 ribu kasus atau naik sekitar 67,4 persen.

Sementara kasus hipertensi meningkat dari 706 ribu kasus menjadi lebih dari 1 juta kasus atau naik sekitar 43,9 persen. Seiring meningkatnya jumlah kasus, pembiayaan pelayanan kesehatan untuk kedua penyakit tersebut juga mengalami lonjakan signifikan.

BPJS Kesehatan mencatat pembiayaan Diabetes Melitus meningkat dari Rp3,9 triliun pada 2021 menjadi Rp8,7 triliun pada 2025. Sedangkan pembiayaan hipertensi naik dari Rp6,2 triliun menjadi Rp15,1 triliun pada periode yang sama.

Pujo mengajak masyarakat memanfaatkan layanan skrining kesehatan yang tersedia di fasilitas kesehatan maupun melalui aplikasi Mobile JKN agar risiko penyakit dapat diketahui lebih awal.

“Sekarang masyarakat semakin mudah mengakses layanan kesehatan digital melalui Aplikasi Mobile JKN. Di dalamnya tersedia berbagai fitur seperti antrean online, informasi peserta, hingga skrining riwayat kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini,” tambah Pujo.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Buleleng, Gede Suyasa, jajaran Forkopimda, stakeholder, mahasiswa, komunitas lari, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum.

“Kami mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Fun Run ini karena tidak hanya mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Gede.

Dukungan terhadap kampanye hidup sehat juga disampaikan Wakil Rektor III Universitas Pendidikan Ganesha, I Ketut Sudiana. Ia menilai keterlibatan generasi muda sangat penting untuk membangun kesadaran kesehatan sejak usia produktif.

Salah satu peserta Prolanis Muda, Moh. Taufiqurrahman, menyebut program tersebut menjadi langkah promotif dan preventif bagi peserta JKN usia produktif yang memiliki risiko penyakit kronis.

“Prolanis Muda hadir sebagai upaya promotif dan preventif bagi peserta JKN usia produktif di bawah 45 tahun yang memiliki risiko atau telah terdiagnosis penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi. Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini agar komplikasi penyakit kronis dapat dicegah,” ujar Moh. Taufiqurrahman (33), peserta Prolanis Muda yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Selain olahraga dan pemeriksaan kesehatan, kegiatan juga diramaikan dengan zumba bersama, booth UMKM, serta edukasi pentingnya menjaga keaktifan kepesertaan JKN melalui pembayaran iuran secara rutin dan tepat waktu.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: BPJS Singaraja



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami