Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 10 Juni 2026
50 Ribu Warga Denpasar Turun Bersih-bersih Pantai dan Tanam Pohon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Kota Denpasar menggelar aksi kebersihan dan penanaman pohon serentak yang dipusatkan di Pantai Padanggalak, Denpasar Timur, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 sekaligus memperkuat gerakan kolektif menjaga lingkungan di Kota Denpasar.
Selain di Pantai Padanggalak, aksi serupa juga dilaksanakan secara serentak di sepanjang kawasan pantai serta seluruh desa dan kelurahan di Kota Denpasar.
Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar, Forkopimda, TNI/Polri, pimpinan OPD, Pramuka, komunitas, desa adat, pelajar, hingga masyarakat umum.
Usai mengikuti aksi kebersihan dan penanaman pohon, Wali Kota Jaya Negara bersama jajaran turut mengikuti teleconference bersama Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 dan Gerakan Indonesia Asri yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan RI.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Denpasar juga memberikan penghargaan kepada SMPN 9 Denpasar, SMPN 14 Denpasar, dan Jatanras Polresta Denpasar sebagai peserta yang berhasil mengumpulkan sampah dengan bobot terbanyak. Selain itu, bantuan sembako juga diserahkan kepada para petugas kebersihan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka menjaga kebersihan kota.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam.
“Lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat merupakan warisan terbaik yang dapat kita berikan kepada generasi mendatang. Karena itu, menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Menurut Jaya Negara, aksi bersih-bersih dan penanaman pohon tidak hanya bertujuan mempercantik lingkungan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menghadapi persoalan sampah dan dampak perubahan iklim.
Ia menegaskan bahwa penanaman pohon merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan, sementara aksi kebersihan mencerminkan semangat gotong royong masyarakat Denpasar.
“Ketika masyarakat bergerak bersama, sekecil apa pun langkah yang dilakukan akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan kita,” katanya.
Jaya Negara juga mengajak masyarakat untuk menjadikan semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai gerakan berkelanjutan melalui pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pemilahan sampah dari sumbernya, menjaga kebersihan lingkungan, serta mendukung penghijauan kota.
“Mari kita jadikan Denpasar sebagai rumah bersama yang nyaman, asri, dan lestari. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, saya yakin kita mampu mewujudkan Denpasar yang semakin maju, berbudaya, dan berwawasan lingkungan demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 mengacu pada Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 9 Tahun 2026.
Dengan mengusung tema "Saatnya Bekerja Untuk Iklim", rangkaian kegiatan lingkungan yang digelar Pemkot Denpasar melibatkan sekitar 50.000 peserta dari berbagai unsur masyarakat.
“Melalui rangkaian kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, kami ingin menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Denpasar menjadi modal utama dalam mewujudkan kota yang bersih, hijau, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain aksi bersih pantai dan penanaman pohon, kegiatan juga diisi dengan kampanye pemilahan sampah, Sekolah Sungai, serta pelatihan bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas pengelolaan lingkungan.
“Kami ingin menanamkan budaya peduli lingkungan yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari perilaku sehari-hari masyarakat,” tambahnya.
Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan pengingat bahwa masa depan lingkungan berada di tangan kita bersama. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat, kami optimistis Denpasar dapat menjadi contoh kota yang berhasil membangun budaya lingkungan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli