Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Viral Tiga WNA Diduga IDF Israel Diusir dari Gym Ubud
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Video perseteruan antara pemilik pusat kebugaran atau gym di Ubud, Kabupaten Gianyar, dengan tiga warga negara asing (WNA) yang diduga berkaitan dengan militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) viral di media sosial.
Viralnya video tersebut kini mendapat perhatian pihak berwenang. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar dan kepolisian menyatakan akan melakukan pengecekan untuk memastikan informasi mengenai identitas serta status ketiga WNA tersebut.
Kasi Teknologi, Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Putu Suhendra, mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan terhadap informasi yang beredar.
"Saya akan cek dulu," kata Putu Suhendra saat dikonfirmasi Rabu (19/8).
Kapolsek Ubud I Wayan Putra Antara juga menyampaikan hal serupa. "Coba kami cek," kata dia.
Dalam video yang beredar, pemilik gym terlihat berhadapan dengan sejumlah pengunjung yang disebut sebagai tiga pria berkewarganegaraan Israel. Perselisihan tersebut disebut bermula dari dugaan sikap tidak sopan salah seorang pengunjung terhadap staf gym.
Pemilik gym kemudian mendatangi ketiga pria tersebut untuk meminta penjelasan. Dalam percakapan itu, ia juga mempertanyakan latar belakang mereka dan menyebut adanya keterkaitan dengan IDF.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @filaasteni dan kemudian menjadi perhatian publik. Namun, informasi mengenai apakah ketiga WNA tersebut benar merupakan anggota militer Israel masih dalam proses pengecekan oleh pihak berwenang.
Dalam video, pemilik gym menyampaikan keberatannya terhadap dugaan keterlibatan ketiga WNA dengan IDF.
"You guys serve in IDF, so you kill babies. So I don't, I don't discuss. That's one thing. I have my morals, that's it, that's it (Kalian bertugas di IDF, jadi kalian membunuh bayi-bayi. Saya tidak mau berdiskusi soal itu. Saya punya prinsip moral)," ujar pemilik gym dalam video yang dilihat, dikutip pada Rabu (19/8).
Berawal dari Persoalan dengan Staf Gym
Pemilik gym dalam video klarifikasi berikutnya menjelaskan kronologi awal peristiwa tersebut. Menurutnya, ketiga pria tersebut datang ke gym dan salah seorang di antaranya diduga bersikap kasar kepada staf.
"These three gentlemen came to our gym, and one of them was very rude to our staff (Tiga pria ini datang ke gym kami dan salah satu dari mereka bersikap sangat kasar kepada staf kami)," ungkapnya.
Setelah menerima laporan dari staf, pemilik gym kemudian menemui ketiga pengunjung tersebut. Ia meminta penjelasan mengenai persoalan yang terjadi sekaligus menanyakan kewarganegaraan mereka.
Dalam keterangannya, pemilik gym menyebut ketiganya mengaku sebagai warga negara Israel. Ia kemudian mengaitkan mereka dengan IDF atau tentara Israel.
Selain persoalan dugaan sikap kasar terhadap staf, pemilik gym juga mempertanyakan penggunaan paspor oleh ketiga WNA tersebut. Ia menyebut ketiganya masuk ke Indonesia menggunakan paspor negara lain.
"You guys are not even allowed to be in this country, man. You come with a different passport. (Kalian sebenarnya bahkan tidak diperbolehkan berada di negara ini. Kalian datang dengan paspor yang lain)," kata dia.
Hingga saat ini, informasi mengenai identitas, kewarganegaraan, status keimigrasian, serta dugaan keterkaitan ketiga WNA tersebut dengan IDF masih menunggu hasil pengecekan dari Imigrasi dan kepolisian. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5740 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2548 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2194 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan