Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
Sampah Galungan di Bangli Naik 5 Ton per Hari, DLH Tambah Jadwal Angkut
BERITABALI.COM, BANGLI.
Perayaan Hari Raya Galungan membawa dampak terhadap peningkatan volume sampah di Kabupaten Bangli.
Untuk mengantisipasi penumpukan sampah pasca-Galungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli menambah frekuensi pengangkutan serta melakukan penyisiran di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli, I Putu Ganda Wijaya, mengatakan volume sampah yang dihasilkan masyarakat selama perayaan Galungan mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan hari biasa.
Menurutnya, pada hari normal jumlah sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mencapai sekitar 71 ton per hari. Namun selama perayaan Galungan, volume sampah meningkat menjadi 74 hingga 76 ton per hari atau bertambah sekitar tiga hingga lima ton setiap harinya.
Peningkatan tersebut didominasi oleh sampah organik yang berasal dari sisa-sisa sarana upacara dan kegiatan keagamaan selama Hari Raya Galungan.
Untuk mengantisipasi penumpukan sampah di berbagai wilayah, DLH Bangli tidak menambah jumlah petugas kebersihan. Sebagai gantinya, instansi tersebut meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah dengan mengoptimalkan armada yang tersedia.
Sebanyak 14 armada pengangkut sampah yang biasanya hanya beroperasi satu kali dalam sehari, kini ditingkatkan menjadi hingga tiga kali pengangkutan setiap hari selama masa penanganan sampah pasca-Galungan.
Proses pengangkutan dimulai sejak pukul 05.00 Wita hingga seluruh sampah yang terkumpul berhasil diangkut ke TPA.
Selain mengoptimalkan armada utama, DLH Bangli juga memanfaatkan kendaraan viar untuk melakukan penyisiran di sejumlah titik yang masih ditemukan tumpukan sampah atau sampah yang belum terangkut.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan lingkungan tetap bersih serta mencegah terjadinya penumpukan sampah yang berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat.
Di sisi lain, petugas juga menghadapi tantangan tambahan karena sampah yang masuk ke TPA sebagian besar masih belum dipilah oleh masyarakat. Akibatnya, petugas harus melakukan pemisahan antara sampah organik dan anorganik sebelum masuk ke tahap pengolahan berikutnya.
Kondisi tersebut membuat proses penanganan sampah membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar dibandingkan hari biasa.
DLH Bangli pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan serta melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah.
Partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif, terutama saat volume sampah meningkat setelah perayaan hari besar keagamaan.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, penanganan sampah pasca-Hari Raya Galungan di Kabupaten Bangli diharapkan dapat berjalan optimal sehingga lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun