Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




BMKG Prakirakan Puncak Musim Kemarau di Bali Juli-Agustus

Jumat, 26 Juni 2026, 19:24 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/dok beritabali.com/BMKG Prakirakan Puncak Musim Kemarau di Bali Juli-Agustus.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Bali meskipun sebagian besar daerah telah memasuki musim kemarau.

Hujan tercatat terjadi pada malam hingga pagi hari, Jumat (26/6/2026). Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktifnya Gelombang Rossby Ekuatorial yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif di wilayah Bali.

Selain itu, keberadaan massa udara basah yang terkonsentrasi mulai dari lapisan permukaan hingga lapisan 700 hPa atau sekitar 3.000 meter turut mendukung terbentuknya hujan di beberapa wilayah.

"Kondisi cuaca seperti ini masih normal," jelas, Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Brian Eko Permadi, Jumat (26/6/2026) di Badung.

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, hampir seluruh wilayah Bali kini telah memasuki musim kemarau. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menghilangkan peluang terjadinya hujan, terutama ketika terdapat gangguan atmosfer seperti Gelombang Rossby Ekuatorial.

"Berdasarkan analisis data model cuaca, masih terdapat potensi hujan ringan-sedang di wilayah Bali bagian tengah dan selatan pada malam hingga dini hari," ujarnya.

Brian menjelaskan Bali masih berada dalam periode musim kemarau dengan puncak musim diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026.

Meski demikian, masyarakat diimbau tetap menjaga kesehatan karena kondisi cuaca yang berubah-ubah. Warga juga disarankan menggunakan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan guna melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet.

Selain itu, BMKG mengingatkan masyarakat umum, nelayan, serta pelaku wisata bahari agar meningkatkan kewaspadaan terhadap tinggi gelombang laut yang berpotensi mencapai 2 meter atau lebih.

Wilayah perairan yang perlu diwaspadai meliputi Selat Badung, Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian selatan, serta Perairan Selatan Bali.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal media sosial resmi BMKG Bali agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi cuaca yang terjadi.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami