Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 6 Juli 2026
Sekaa Gong Tri Tunggal Denpasar Sihir Penonton PKB 2026
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penampilan Sekaa Gong Tri Tunggal, Desa Adat Tanjung Bungkak, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, sukses memukau ribuan penonton yang memadati Panggung Terbuka Ardha Candra dalam ajang Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Minggu (5/7/2026) malam.
Sebagai Duta Kota Denpasar, Sekaa Gong Tri Tunggal tampil penuh totalitas dan atraktif berdampingan dengan Duta Kabupaten Jembrana yang diwakili Sekaa Gong Widya Taruna, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo.
Penampilan tersebut turut disaksikan Gubernur Bali I Wayan Koster serta Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara dan Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya.
Koordinator Sekaa Gong Tri Tunggal, I Kadek Bhaswara Dwitiya, didampingi Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Wayan Narta, menjelaskan Duta Kota Denpasar membawakan tiga garapan seni dalam pementasan tersebut.
Garapan pertama adalah Tabuh Lima Lelambatan Gora Kala Aci, sebuah tabuh kreasi yang terinspirasi dari ritual persembahan suci pada upacara Melaspas Paryangan Kawitan I Gusti Ngurah Sentong sebagai pakar Gamelan Gambang.
Dalam karya tersebut, penata tabuh menghadirkan konsep musikal melalui transformasi permainan arpeggio pada gamelan gambang yang dikomposisikan menjadi Tabuh Lima Lelambatan dengan tetap mempertahankan pola tradisi tabuh pegongan.
Baca juga:
Warisan Maestro Lotring Bergema di PKB 2026
Penampilan dilanjutkan dengan Tari Kreasi Gagak Pitru Loka, yang mengangkat filosofi burung gagak sebagai pembawa pesan menuju alam pitri atau roh leluhur sebelum proses reinkarnasi. Karya tari ini juga merepresentasikan nilai Gagak Ora dengan konsep purusa-pradana yang tersirat dalam Gending Gambang Pura Kelaci.
Garapan ketiga bertajuk Fragmentasi Tari Ngumbara Jiwa. Karya ini mengisahkan perjalanan spiritual I Gusti Ngurah Sentong dalam mencari gending gambang sebagai pengantar jiwa atas titah Raja Sweca Linggarsapura Gelgel. Kisah tersebut dikemas sebagai narasi tentang pengembaraan spiritual yang memiliki nilai historis dalam pelaksanaan Pitra Yadnya Ageng di Bali.
"Seluruh persiapan tiga garapan karya ini telah kami laksanakan sejak beberapa waktu lalu. Sebagai Duta Kota Denpasar, kami ingin tampil sebaik mungkin," ungkapnya.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara memberikan apresiasi atas penampilan para seniman yang dinilai berhasil menyuguhkan pertunjukan berkualitas sekaligus memperkuat pelestarian seni dan budaya Bali.
Menurutnya, penampilan Sekaa Gong Tri Tunggal tidak hanya menjadi sajian hiburan, tetapi juga mencerminkan dedikasi para seniman dalam menjaga warisan budaya Bali agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
"Astungkara, penampilan Sekaa Gong Tri Tunggal Desa Adat Tanjung Bungkak, Sumerta Kelod sangat luar biasa dan metaksu. Terima kasih dedikasi luar biasa para seniman Kota Denpasar," kata Jaya Negara.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3583 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1150 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1007 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 556 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 538 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun