Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kejar PAD Rp1 Miliar, Perumda Pasar Buleleng Tagih Tunggakan Pedagang

Rabu, 22 Juli 2026, 14:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Kejar PAD Rp1 Miliar, Perumda Pasar Buleleng Tagih Tunggakan Pedagang.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Direksi baru Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng mulai bergerak mengejar target setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1 miliar yang diberikan Bupati Buleleng pada tahun pertama masa jabatannya. Salah satu langkah awal yang ditempuh yakni menagih tunggakan pedagang yang nilainya telah mencapai sekitar Rp1 miliar.

Direktur Utama Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng, I Ketut Mas Angarta Tenaya, mengatakan dirinya bersama jajaran direksi berkomitmen memenuhi target setoran PAD tersebut. Meski baru sekitar dua pekan menjabat, pihaknya langsung memetakan berbagai potensi pendapatan yang selama ini belum tergarap secara optimal.

"Target dari Bupati selaku Kuasa Pemilik Modal sebesar Rp1 miliar tentu menjadi komitmen kami. Mau tidak mau kami harus bekerja lebih keras agar target itu bisa tercapai," ujarnya saat ditemui, Rabu (22/7).

Menurut Mas Angarta, total tunggakan pedagang di 13 pasar yang berada di bawah pengelolaan Perumda Pasar Argha Nayottama mencapai sekitar Rp1 miliar. Tunggakan tersebut telah terjadi sejak tahun 2021 dan menjadi salah satu potensi pendapatan yang akan dioptimalkan.

Salah satu penyumbang tunggakan terbesar berasal dari Pasar Banyuasri. Banyak los yang telah disewa, namun tidak dimanfaatkan untuk berjualan. Kendati kosong, kewajiban membayar sewa tanah dan iuran harian tetap berjalan sehingga nilai tunggakan terus bertambah.

Perumda Pasar memastikan proses penagihan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada para penyewa.

"Kami tidak ingin langsung mengambil tindakan tegas. Kami akan komunikasi dulu dengan pedagang. Kalau memang tidak ada penyelesaian, baru kami jalankan prosedur mulai dari SP1 sampai SP3, penyegelan hingga pencabutan hak sewa," jelasnya.

Los maupun kios yang hak sewanya dicabut nantinya akan ditawarkan kembali kepada masyarakat yang benar-benar ingin menjalankan usaha. Menurutnya, selama ini terdapat penyewa yang hanya menjadikan tempat usaha tersebut sebagai investasi tanpa dimanfaatkan untuk berdagang.

Selain fokus menagih tunggakan, Perumda Pasar juga menyiapkan strategi lain guna meningkatkan pendapatan. Salah satunya dengan memperluas penyebaran informasi mengenai los dan kios yang masih tersedia agar lebih mudah diakses masyarakat.

Selama ini, informasi mengenai tempat usaha yang kosong hanya dipasang melalui papan pengumuman di lingkungan pasar sehingga belum menjangkau calon pedagang secara luas.

"Kami ingin masyarakat tahu masih ada tempat usaha yang bisa dimanfaatkan. Bagi yang ingin mulai berdagang akan kami beri kemudahan cukup membayar iuran harian terlebih dahulu. Setelah usahanya berjalan, baru kami berikan sertifikat hak pemakaian yang bisa digunakan sebagai agunan untuk mendapatkan modal usaha di bank," katanya.

Di samping itu, Perumda Pasar Argha Nayottama juga akan melakukan penataan ulang Pasar Banyuasri. Program tersebut meliputi peningkatan kebersihan, penyediaan air bersih, pengelolaan limbah, hingga penataan zonasi sesuai jenis dagangan agar pasar menjadi lebih tertata, nyaman, dan menarik bagi pedagang maupun pembeli.

Dengan berbagai langkah tersebut, direksi baru optimistis target setoran PAD sebesar Rp1 miliar pada tahun pertama kepemimpinan dapat tercapai sekaligus mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di pasar-pasar tradisional Kabupaten Buleleng.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami