Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 19 Agustus 2026
Buleleng Festival 2026 Dibuka Meriah, 150 Penari Tampil Memukau
BERITABALI.COM, BULELENG.
Buleleng Festival 2026 resmi dibuka meriah di Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Selasa malam (18/8/2026). Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar yang mengawali peresmian festival oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra.
Para penari terbagi dalam tiga kelompok yang tampil di sekitar kawasan Praja Mandala. Sebanyak 50 penari Wiranjaya berada di bagian barat, 50 penari Palawakya di bagian utara, dan 50 penari Truna Jaya di bagian timur.
Penampilan tersebut menjadi simbol “Sunia Campuhan Parisuda”, yakni konsep penyucian di titik pertemuan dua aliran air untuk mencapai kejernihan pikiran dan ketenangan batin.
Penanda pembukaan festival dilakukan dengan penembakan meriam ke langit. Prosesi tersebut turut disaksikan Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, dan Sekda Buleleng Gede Suyasa.
Mengusung tema “Uriping Rasa”, Buleleng Festival 2026 berlangsung selama enam hari, mulai 18 hingga 23 Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten Buleleng menghadirkan festival ini sebagai ruang untuk menghidupkan ingatan, identitas, kreativitas, serta rasa cinta terhadap kebudayaan Buleleng Tempo Dulu.
Festival juga diarahkan menjadi ekosistem seni, budaya, ekonomi kreatif, dan inovasi yang melibatkan masyarakat lokal hingga wisatawan domestik dan mancanegara.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyampaikan selamat datang kepada para undangan dan masyarakat yang hadir di Kawasan Praja Mandala. Menurutnya, Buleleng Festival tidak sekadar menjadi perhelatan seni, tetapi juga ruang bersama untuk menghidupkan ingatan, identitas, kreativitas, dan rasa memiliki terhadap kebudayaan Buleleng Tempo Dulu.
Dengan tema “Uriping Rasa”, Pemkab Buleleng berharap festival menjadi momentum refleksi bahwa kebudayaan akan terus hidup ketika rasa di hati tetap menyala.
“Makna uriping yang berarti hidup dan rasa berarti hredaya/hati menegaskan bahwa budaya bukan sekedar tontonan, melainkan pengalaman batin yang membimbing tindakan kita sesuai dengan dharma,”ucapnya.
Konsep Uriping Rasa mengajak masyarakat menjaga rasa hormat kepada leluhur, mencintai tanah kelahiran, bangga terhadap identitas, peduli terhadap lingkungan dan sesama, serta bertanggung jawab mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya.
Bupati Sutjidra menyebut Buleleng memiliki perjalanan sejarah panjang, mulai dari masa kerajaan hingga era digital. Perjalanan tersebut menunjukkan kemampuan masyarakat Buleleng beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
“Kita ingin menunjukkan bahwa tradisi buan sesuatu yang harus ditinggalkan ketika zaman berubah,”ucap Sutjidra.
Menurutnya, tradisi justru harus mampu menemukan ruang baru agar tetap hidup, relevan, dan dapat diterima generasi masa kini. Atas dasar tersebut, Pemkab Buleleng menggelar Buleleng Festival selama enam hari untuk menyuguhkan berbagai kegiatan seni, budaya, ekonomi kreatif, dan inovasi.
Beragam kegiatan kesenian tradisional dan modern digelar di dua zona panggung. Zona A menjadi panggung utama di Tugu Singa Ambara Raja, sedangkan Zona C berada di kawasan Catus Pata Singaraja. Pagelaran seni juga berlangsung di kawasan Kantor BKAD dan DPRD Kabupaten Buleleng.
Sementara itu, Gedung Wanita Laksmigraha dan Galeri Singa Ambara Raja menjadi etalase produk UMKM, kriya, dan kerajinan tangan. Kawasan Ruang Terbuka Hijau Rumah Jabatan Bupati menghadirkan Buleleng Digital Expo.
Aneka kuliner juga disajikan di sepanjang Jalan Veteran dan sekitarnya. Sementara sarasehan dan seminar dilaksanakan di Wantilan Sasana Budaya.
“Keseluruhan rangkaian ini kita hadirkan sebagai sebuah ekosistem kebudayaan yang tidak hanya berbicara mengenai seni pertunjukan, tetapi juga tentang pengetahuan, kreativitas, ekonomi masyarakat, teknologi dan masa depan Buleleng,” terang Bupati Sutjidra.
Bupati Sutjidra juga memberikan apresiasi kepada para seniman dan pelaku budaya atas dedikasinya dalam melestarikan kesenian, adat, dan budaya Buleleng.
“Teruslah berkarya menjaga tradisi dan melakukan inovasi. Kepada generasi muda kenali, cintai, dan banggalah pada budaya anda. Ketika rasa terhadap budaya tetap hidup, identitas kita terjaga dan budaya menjadi kekuatan pembangunan,” ungkapnya.
Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan bahwa Buleleng Festival menjadi wadah untuk menunjukkan karakter khas kesenian Buleleng. Menurutnya, kuatnya pengaruh gaya kesenian Buleleng bagi Bali harus terus dijaga, dikembangkan, dan diapresiasi seluruh komponen masyarakat.
“Mari kita teguhkan komitmen untuk melanjutkan gelora kesenian di Bumi Panji Sakti. Mari kita pacu semangat dan kreativitas dan secara konsisten melakukan regenerasi seniman-seniman muda,” kata Gubernur Koster.
Gubernur Koster juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Buleleng beserta seluruh jajaran yang telah menginisiasi dan mempersiapkan Buleleng Festival 2026.
Menurutnya, pelaksanaan festival menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mengaktualisasi upaya penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali sesuai dengan Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020.
“Semoga kegiatan ini mampu memacu semangat berkesenian, kreativitas dan inovasi bagi para seniman dan insan kreatif lainnya, namun tetap bepegang teguh pada akar kebudayaan Bali sebagaimana yang telah diwariskan oleh leluhur dan lelangit Bali,” tutupnya.
Pelaksanaan Buleleng Festival 2026 diharapkan menjadi batu loncatan untuk akselerasi menjadi altar pemuliaan alam, manusia, dan kebudayaan Bali dalam rangka mendukung Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4577 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2381 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2036 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1641 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1081 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun