Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
116 Tim Mahasiswa Berebut Top 16 Energy Debate Championship
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kompetisi Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 memasuki tahap penting melalui babak penentuan Top 16 Energy Debate Championship (EDC). Sebanyak 116 tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tengah berkompetisi dalam debat online yang berlangsung pada 18–20 Agustus 2026.
Ajang ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis sekaligus menyampaikan gagasan mengenai masa depan sektor energi. Peserta ditantang menyusun argumen, memperkuat kemampuan analitis, serta menggunakan bahasa Inggris dalam membahas berbagai isu strategis energi.
Dari babak Top 16 EDC, peserta terbaik akan mendapatkan kesempatan melanjutkan perjalanan menuju Babak Final Nasional.
Baca juga:
Pertamuda Workshop Series Dorong Mahasiswa Bertransformasi dari Kampus Menuju Dunia Startup
Antusiasme mahasiswa terhadap kompetisi tersebut terlihat sejak pendaftaran dibuka pada 21 Mei 2026. Tercatat 153 tim dari 129 perguruan tinggi yang tersebar di 29 provinsi mendaftarkan diri dalam Energy Debate Championship.
Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 116 tim terpilih untuk mengikuti tahapan debat online yang berlangsung saat ini.
Selain EDC, PGTC 2026 juga menghadirkan Energynovation Ideas Competition (EIC). Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menuangkan gagasan dan inovasi melalui karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan sektor energi.
EIC mencatat partisipasi yang lebih luas dengan menerima 1.318 karya inovatif dari 496 perguruan tinggi di 34 provinsi.
Seluruh karya tersebut kini masih menjalani proses seleksi. Dari ribuan karya yang masuk, nantinya akan ditentukan 10 karya terbaik yang masuk dalam Top 10 EIC. Pengumuman Top 10 dijadwalkan berlangsung pada awal September 2026.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang mengikuti dua kompetisi dalam rangkaian PGTC 2026.
"Kami sangat mengapresiasi semangat para mahasiswa yang bertransformasi menjadi bagian dari solusi masa depan energi Indonesia. Lewat keberanian berargumen di EDC maupun ketajaman ide di EIC, generasi muda kita membuktikan bahwa mereka siap menjawab tantangan global," ujar Baron.
Menurut Baron, PGTC tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi bagi mahasiswa. Program tersebut juga dirancang untuk memberikan pengalaman dan pengembangan kapasitas bagi generasi muda.
"PGTC hadir bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pembekalan. Kami ingin setiap peserta membawa pulang pengalaman berharga, wawasan yang lebih luas, serta kepercayaan diri untuk terus berkontribusi bagi negeri," tambahnya.
PGTC 2026 menawarkan sejumlah manfaat bagi mahasiswa yang mengikuti kompetisi. Selain memperebutkan total hadiah ratusan juta rupiah, peserta juga berkesempatan mendapatkan bimbingan dari praktisi dan akademisi.
Peserta juga memiliki peluang memperluas jaringan dengan berbagai pihak dalam ekosistem energi nasional. Salah satu kesempatan yang ditawarkan adalah mengikuti Exclusive International Benchmark Program bersama Pertamina.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat mempertemukan potensi dan gagasan mahasiswa dengan kebutuhan pengembangan sektor energi di Indonesia.
Informasi mengenai perkembangan kompetisi dan tahapan berikutnya tersedia melalui situs resmi PGTC serta akun Instagram PGTC.
Editor: Redaksi
Reporter: Pertamina
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4585 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2394 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2049 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1649 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1090 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun