Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 21 Agustus 2026
BulFest 2026 Hasilkan 15 Meter Kubik Sampah per Hari, 80 Persen Anorganik
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng mencatat timbulan sampah selama pelaksanaan Buleleng Festival (BulFest) 2026 mencapai sekitar 15 meter kubik per hari. Mayoritas sampah yang dihasilkan berasal dari jenis anorganik.
Kepala DLH Buleleng Gede Putra Aryana mengatakan sekitar 80 persen sampah selama BulFest merupakan sampah anorganik, sementara sisanya merupakan sampah organik.
Meski volume sampah cukup besar, kondisi kebersihan di kawasan festival dinilai tetap terkendali. DLH mencatat kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya semakin meningkat dibandingkan pelaksanaan kegiatan sebelumnya.
"Produk sampah tidak meningkat. Masyarakat sudah berubah. Hanya sedikit yang masih membuang sampah sembarangan," kata Putra Aryana, Jumat (21/8).
Untuk menjaga kebersihan selama Buleleng Festival berlangsung, DLH Buleleng tidak bekerja sendiri. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng turut dilibatkan dalam penanganan sampah.
Setiap OPD diminta menugaskan 20 orang relawan kebersihan yang kemudian dibagi ke dalam tujuh blok di kawasan festival. Pembagian tersebut dilakukan agar seluruh area BulFest tetap bersih selama kegiatan berlangsung.
Selain OPD, DLH juga menggandeng empat perguruan tinggi serta komunitas Sungai Watch untuk mendukung pengelolaan kebersihan di lokasi festival.
"Jadi total ada ratusan petugas dan relawan yang kami libatkan untuk menjaga kebersihan selama festival berlangung. Mereka dibagi dalam tiga shift," jelasnya.
DLH Buleleng juga menyiagakan 18 petugas khusus untuk menjaga kebersihan toilet yang tersebar di sembilan titik kawasan BulFest.
Sementara itu, untuk mendukung pengelolaan sampah, tempat sampah telah disediakan di 50 titik di seluruh area festival sehingga pengunjung lebih mudah membuang sampah sesuai lokasi yang telah ditentukan.
Sampah yang terkumpul selama BulFest tidak langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). DLH menerapkan sistem pemilahan berdasarkan jenis sampah.
Sampah organik diolah melalui proses komposting di Desa Jagaraga. Sedangkan sampah anorganik disalurkan ke Bank Sampah Unit (BSU) untuk diproses lebih lanjut.
Sistem tersebut diterapkan sebagai bagian dari upaya mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan selama pelaksanaan Buleleng Festival 2026.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4604 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2409 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2065 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1666 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1107 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun