Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 21 Agustus 2026
Progres PSEL Bali: PBG Terbit, PDAM Denpasar Siapkan Pasokan 50 Kubik per Hari
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Kota Denpasar memastikan sejumlah persyaratan dasar pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali telah dipenuhi. Setelah menerbitkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Pemkot Denpasar juga menyiapkan pasokan air untuk menunjang pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut.
Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Kamis (20/8), mengatakan persiapan dari sisi perizinan telah dilakukan setelah groundbreaking proyek PSEL pada 8 Juli 2026. Salah satu dokumen yang telah diterbitkan Pemkot Denpasar yakni PBG sebagai persyaratan pembangunan.
"Kewajiban kami dari Pemerintah Kota Denpasar sudah mengeluarkan PBG untuk perizinan,” kata Jaya Negara.
Selain perizinan, Pemkot Denpasar melalui Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma juga memastikan kebutuhan air untuk pembangunan PSEL dapat dipenuhi. Yang kedua, dari sisi PDAM untuk menyuplai kebutuhan air juga sudah dsiapkan.
Di sisi lain, pengelola PSEL saat ini mengajukan usulan amendemen teknis yang diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lapangan. Jaya Negara menegaskan Pemkot Denpasar siap memfasilitasi usulan tersebut selama berkaitan dengan upaya mempercepat realisasi pembangunan PSEL.
“Dari pihak PSEL memang ada permohonan sedikit amendemen agar bisa mempercepat pelaksanaan pekerjaan dan memulainya. Bagi kami, selama tujuannya untuk percepatan, tentu kami dukung,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap proyek tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar juga telah menerbitkan surat keterangan resmi. Surat tersebut menegaskan proses perizinan sedang berjalan dan siap ditindaklanjuti untuk mendukung tahapan fisik pembangunan PSEL.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma atau PDAM Kota Denpasar, I Putu Yasa mengatakan kebutuhan air untuk pembangunan PSEL diperkirakan mencapai 50 meter kubik per hari.
Menurutnya, Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma telah menyiapkan pasokan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, kebutuhan air diperkirakan bertambah ketika fasilitas PSEL memasuki tahap operasional.
"Untuk distribusi air ke lokasi pembangunan, pihaknya akan memanfaatkan jaringan pipa yang sudah tersedia menuju kawasan Pelabuhan Benoa," akunya.
Yasa memastikan penyediaan air untuk PSEL tidak akan mengganggu pelayanan kepada pelanggan Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma.
Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan air sekaligus menjaga keandalan distribusi, pengembangan jaringan disiapkan dari reservoir yang berada di kawasan Tukad Bilok.
Reservoir tersebut dibangun Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Pengembangan jaringan nantinya dilakukan bersamaan dengan pengadaan pompa booster oleh UPT PAM Provinsi Bali.
"Pompa booster dipasang, kami juga akan memasang pipa kurang lebih 750 meter. Itu dilakukan tahun ini,” kata Yasa.
Pemasangan pipa tersebut juga diarahkan untuk mencegah gangguan distribusi air menuju Serangan sekaligus menjadi bagian dari persiapan memenuhi kebutuhan air PSEL.
Dengan kesiapan perizinan, infrastruktur dasar, dan dukungan pasokan air, pembangunan PSEL di Denpasar kini mendapat dukungan fasilitas dasar untuk melanjutkan tahapan pekerjaan sesuai rencana.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4607 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2412 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2065 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1667 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1108 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun