Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 6 Oktober 2026
Progres PSEL Bali: PBG Terbit, PDAM Denpasar Siapkan Pasokan 50 Kubik per Hari
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Kota Denpasar memastikan sejumlah persyaratan dasar pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali telah dipenuhi. Setelah menerbitkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Pemkot Denpasar juga menyiapkan pasokan air untuk menunjang pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut.
Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Kamis (20/8), mengatakan persiapan dari sisi perizinan telah dilakukan setelah groundbreaking proyek PSEL pada 8 Juli 2026. Salah satu dokumen yang telah diterbitkan Pemkot Denpasar yakni PBG sebagai persyaratan pembangunan.
"Kewajiban kami dari Pemerintah Kota Denpasar sudah mengeluarkan PBG untuk perizinan,” kata Jaya Negara.
Selain perizinan, Pemkot Denpasar melalui Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma juga memastikan kebutuhan air untuk pembangunan PSEL dapat dipenuhi. Yang kedua, dari sisi PDAM untuk menyuplai kebutuhan air juga sudah dsiapkan.
Di sisi lain, pengelola PSEL saat ini mengajukan usulan amendemen teknis yang diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lapangan. Jaya Negara menegaskan Pemkot Denpasar siap memfasilitasi usulan tersebut selama berkaitan dengan upaya mempercepat realisasi pembangunan PSEL.
“Dari pihak PSEL memang ada permohonan sedikit amendemen agar bisa mempercepat pelaksanaan pekerjaan dan memulainya. Bagi kami, selama tujuannya untuk percepatan, tentu kami dukung,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap proyek tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar juga telah menerbitkan surat keterangan resmi. Surat tersebut menegaskan proses perizinan sedang berjalan dan siap ditindaklanjuti untuk mendukung tahapan fisik pembangunan PSEL.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma atau PDAM Kota Denpasar, I Putu Yasa mengatakan kebutuhan air untuk pembangunan PSEL diperkirakan mencapai 50 meter kubik per hari.
Menurutnya, Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma telah menyiapkan pasokan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, kebutuhan air diperkirakan bertambah ketika fasilitas PSEL memasuki tahap operasional.
"Untuk distribusi air ke lokasi pembangunan, pihaknya akan memanfaatkan jaringan pipa yang sudah tersedia menuju kawasan Pelabuhan Benoa," akunya.
Yasa memastikan penyediaan air untuk PSEL tidak akan mengganggu pelayanan kepada pelanggan Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma.
Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan air sekaligus menjaga keandalan distribusi, pengembangan jaringan disiapkan dari reservoir yang berada di kawasan Tukad Bilok.
Reservoir tersebut dibangun Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Pengembangan jaringan nantinya dilakukan bersamaan dengan pengadaan pompa booster oleh UPT PAM Provinsi Bali.
"Pompa booster dipasang, kami juga akan memasang pipa kurang lebih 750 meter. Itu dilakukan tahun ini,” kata Yasa.
Pemasangan pipa tersebut juga diarahkan untuk mencegah gangguan distribusi air menuju Serangan sekaligus menjadi bagian dari persiapan memenuhi kebutuhan air PSEL.
Dengan kesiapan perizinan, infrastruktur dasar, dan dukungan pasokan air, pembangunan PSEL di Denpasar kini mendapat dukungan fasilitas dasar untuk melanjutkan tahapan pekerjaan sesuai rencana.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1415 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1213 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 646 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 553 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 522 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung