Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 22 Oktober 2026
Timpora Sidak WNA di Buleleng, 124 TKA PLTU Celukan Bawang Dicek
BERITABALI.COM, BULELENG.
Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kabupaten Buleleng melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengawasi keberadaan serta aktivitas warga negara asing (WNA) dan tenaga kerja asing (TKA) di sejumlah wilayah Buleleng.
Operasi pengawasan tersebut melibatkan 14 instansi. Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran yakni PLTU Celukan Bawang, Villa Bilabong di Kecamatan Gerokgak, serta Singaraja Montessori School di Desa Panji Anom.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja, Anak Agung Gde Kusuma Putra, Kamis (27/8), mengatakan PLTU Celukan Bawang menjadi salah satu lokasi utama yang diperiksa tim gabungan.
Berdasarkan pemeriksaan administratif, terdapat 124 TKA yang bekerja di PLTU Celukan Bawang. Seluruhnya tercatat sebagai pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan bekerja dalam berbagai posisi di pembangkit listrik tersebut.
"Manajemen dan TKA di PLTU Celukan Bawang sudah tertib administrasi. Kami tidak menemukan indikasi pelanggaran keimigrasian," jelasnya.
Villa Bilabong Beralih Kepemilikan
Selain memeriksa TKA di PLTU Celukan Bawang, Timpora juga menyasar Villa Bilabong di Kecamatan Gerokgak. Dari hasil verifikasi, properti tersebut diketahui telah berpindah kepemilikan dari seorang warga negara Australia kepada warga negara Indonesia sejak Maret 2025.
Baca juga:
Bule Berulah di Bali, Pelaku Pariwisata Minta Timpora Agresif, Polisi Turis Diaktifkan Lagi
Tim juga memastikan Villa Bilabong tidak beroperasi sebagai fasilitas komersial dan tidak disewakan kepada wisatawan. Saat ini, properti tersebut digunakan sebagai hunian pribadi.
Pengawasan kemudian dilanjutkan ke Singaraja Montessori School yang berada di Desa Panji Anom. Tim memastikan sekolah di bawah naungan Yayasan Pendidikan Sekolah Bali Mandiri tersebut tidak mempekerjakan tenaga kerja asing.
"Dari total 70 siswa yang ada di sekolah tersebut, 60 persen merupakan WNI, 25 persen berasal dari keluarga perkawinan campuran, dan 15 persen merupakan WNA," terangnya.
Pengawasan WNA di Buleleng Berlanjut
Kusuma Putra menegaskan, tidak ditemukannya pelanggaran menonjol dalam sidak tersebut tidak membuat pengawasan terhadap WNA dan TKA dihentikan. Pengawasan berkala serta pemutakhiran data akan terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi kerawanan.
“Meski tidak ditemukan pelanggaran yang menonjol, pengawasan berkala dan pemutakhiran data akan terus kami tingkatkan untuk mengantisipasi potensi kerawanan di masa mendatang,” tegasnya.
Hasil operasi gabungan tersebut selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi Timpora dalam menentukan sasaran pengawasan strategis berikutnya. Pertukaran informasi antarlembaga juga akan diperkuat guna mendeteksi potensi pelanggaran sejak dini.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4511 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2133 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2104 Kali
NCC 4 Jadi Ruang Kolaborasi dan Apresiasi Karya Generasi Muda
Dibaca: 1692 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1667 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan