Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Soal Demo RUU Perampasan Aset, De Gadjah Puji Dasco Hadapi Demonstran: Sikap Negarawan
beritabali/ist/Soal Demo RUU Perampasan Aset, De Gadjah Puji Dasco Hadapi Demonstran: Sikap Negarawan.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya atau De Gadjah, mengapresiasi komitmen Wakil Ketua DPR RI Prof. Sufmi Dasco Ahmad untuk menyelesaikan pembahasan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Dasco saat menerima aspirasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Pimpinan DPR bahkan menuangkan komitmen tersebut secara tertulis dan menyatakan siap bertanggung jawab apabila target penyelesaian tidak terpenuhi.
Bagi De Gadjah, sikap tersebut menunjukkan keberanian seorang pemimpin dalam menerima aspirasi masyarakat sekaligus mempertanggungjawabkan komitmen yang disampaikan kepada publik.
Baca juga:
Jenguk Keluarga Korban Pengeroyokan di Baturiti, De Gadjah: Kemanusiaan Harus Selalu yang Utama
“Saya mengapresiasi sikap Prof. Dasco. Bagi saya, inilah salah satu bentuk sikap negarawan: berani menemui rakyat, mendengar aspirasi, memberikan kepastian, dan berani bertanggung jawab atas komitmen yang disampaikan,” kata De Gadjah, Jumat (28/08/2026).
De Gadjah menilai RUU Perampasan Aset memiliki posisi penting dalam memperkuat pemberantasan korupsi sekaligus mendukung upaya pemulihan kerugian negara.
Menurutnya, komitmen penyelesaian regulasi tersebut perlu dikawal agar proses pembahasannya berlangsung serius, transparan, serta tetap mengikuti mekanisme perundang-undangan.
“Rakyat tidak membutuhkan banyak janji. Rakyat membutuhkan kepastian dan bukti. Ketika seorang pemimpin berani memberikan komitmen secara terbuka, tugas kita adalah mengawal dan mendukung agar komitmen itu benar-benar dapat diwujudkan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap mengawal pembahasan RUU Perampasan Aset secara kritis tanpa mengabaikan suasana yang damai.
“Demokrasi akan kuat ketika rakyat berani menyampaikan aspirasi dan pemimpinnya mau mendengar. Kritik boleh, aspirasi harus didengar, tetapi persatuan dan kedamaian bangsa tetap harus kita jaga bersama,” pungkasnya.
Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menggelar aksi demonstrasi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Aksi tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi terkait pemberantasan korupsi.
Dalam aksi tersebut, AMPB membawa dua tuntutan utama. Pertama, mendesak DPR RI segera menyelesaikan dan mengesahkan RUU Perampasan Aset sebagai instrumen untuk memperkuat pemberantasan korupsi serta memungkinkan negara merampas aset yang berasal dari hasil kejahatan korupsi.
Kedua, AMPB mendorong penerapan hukuman mati bagi koruptor sebagai bentuk sanksi yang lebih tegas terhadap pelaku tindak pidana korupsi.
Editor: Redaksi
Reporter: Gerindra Bali
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5748 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4589 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2550 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2196 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan