Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Koster Akui Salah Marahi Petugas SPBU: Seharusnya, Jangan Marah Gek

Jumat, 30 Oktober 2026, 21:02 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok beritabali.com/Koster Akui Salah Marahi Petugas SPBU: Seharusnya, Jangan Marah Gek.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Gubernur Bali Wayan Koster memberikan klarifikasi terkait potongan video viral di media sosial yang memperlihatkan dirinya seolah-olah memarahi petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). 

Koster mengakui sempat terpancing emosi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), tetapi menegaskan kejadian tersebut berkaitan dengan upayanya memastikan pelayanan BBM kepada masyarakat berjalan sesuai kesepakatan.

Koster menjelaskan, peristiwa itu terjadi ketika dirinya bersama Pertamina melakukan sidak ke SPBU yang sebelumnya berkomitmen beroperasi selama 24 jam. Namun, saat dilakukan pengecekan, SPBU tersebut justru dalam kondisi tutup.

"Ada potongan video yang viral Koster memarahi petugas SPBU, padahal tidak begitu sebenarnya. Saya sedang mengobrol dengan pimpinan SPBU, menanyakan alasan kenapa tidak buka 24 jam sesuai kesepakatan. Saat saya berdiskusi dengan pimpinan SPBU, ada petugas lain yang menyela pembicaraan," ujar Koster saat menanggapi Pandangan Umum Fraksi DPRD Provinsi Bali.

Koster mengaku dirinya juga bersalah karena ikut terpancing emosi ketika terjadi adu argumen dengan petugas SPBU tersebut. Ia bahkan menceritakan kembali percakapan yang terjadi saat sidak berlangsung.

"Pegawai itu marah, saya pun marah, itu salah saya. Seharusnya kan dia marah, saya bilang, 'Gek, jangan marah, Gek.' Saya bilang begitu. Aduh, sampai rumah kepikiran," curhatnya.

Menurut Koster, sikap tegasnya saat sidak bertujuan memastikan masyarakat tidak dirugikan akibat operasional SPBU yang tidak sesuai kesepakatan. Terlebih, saat itu masyarakat tengah menghadapi antrean panjang untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Dalam kesempatan tersebut, Koster juga menjelaskan penyebab gangguan pasokan BBM yang sempat terjadi di Bali. Ia menegaskan persoalan tersebut bukan disebabkan stok BBM yang menipis, melainkan kendala teknis pada jalur distribusi.

Gangguan bermula ketika kapal pengangkut BBM berkapasitas 18 juta liter tidak dapat bersandar tepat waktu di Terminal Manggis akibat jangkar kapal tersangkut. Proses penanganan kendala tersebut berlangsung hingga 18 jam.

Kapal yang semestinya bersandar pukul 06.30 Wita baru dapat melakukan bongkar muat sekitar pukul 23.00 Wita. Kondisi tersebut menyebabkan distribusi pasokan ke sejumlah SPBU sempat terhenti selama sehari penuh.

Untuk mengatasi persoalan itu, Pemprov Bali melakukan koordinasi intensif dengan jajaran direksi Pertamina hingga pukul 03.00 Wita guna merumuskan langkah penanganan darurat. Upaya tersebut membuat kendala distribusi BBM dapat diselesaikan lebih cepat dari perkiraan awal.

Koster menyebut penanganan gangguan pasokan BBM tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah lain, hingga kalangan duta besar.

Ia menegaskan stabilitas keamanan dan kondisi sosial Bali perlu dijaga, terutama karena sektor pariwisata sangat sensitif terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

"Saya ingin menjaga agar stabilitas Bali ini kondusif, karena kalau goncang, dampaknya sangat luas, terutama terhadap sektor pariwisata kita," tegas Koster.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jun



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami